ada yang lucu, di solo,  menjelang tahun 90-an pulang seorang dengan 
gelar doktor bidang etnomusikologi dari perancis. aneh bin ajaib, dia
mengajar "moral pancasila", "p-4", "filsafat pancasila". gelar memang
bisa bikin cerita aneh bin ajaib, hehehe.




________________________________
From: Lasma siregar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, September 29, 2009 12:25:16 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gelar dan artinya buat kita

  
Gelar dan artinya buat kita

Gelar, apakah diperoleh dari Sorbone, Oxford, Cambridge ataukah
dari Cibaduyut sangatlah penting buat banyak orang!
Ini menunjukkan bahwa mereka bukanlah orang sembarangan tapi
seseorang yang berpendidikan tinggi.

Seseorang yang harus dihargai karena berguna bagi bangsa dan
tanah air (begitulah kira-kira dalam imajinasinya) .
Mengapa mereka merasa demikian?
Nampaknya karena masyarakat menilai sangat tinggi kalau seseorang
itu punya gelar.

Dan yang punya gelar juga merasa perlu kalau disebut gelarnya oleh
orang lain!
Apakah ini gejala rasa rendah diri (bukan rendah hati) yang akhirnya
perlu diangkat dengan gelarnya?
Siapalah yang tahu?

Apakah ini sisa-sisa feodalisme tempo doeloe dimana kebangsawanan juga
punya nilai sangat tinggi di masyarakat.
Kini diganti dengan gelar dari perguruan tinggi....

Penganggur punya gelar atau gelar penganggur yang jadi masalah?
Nampaknya masalah gelar menggelar sudah jadi budaya!
Apakah begitu?

Salam
Las

Kirim email ke