saya pernah punya boss besar, orang Indonesia yang tidak bergelar
sama sekali, drop-out. tapi karena memang  mampu, jadilah dia untuk
memimpin orang2 bergelar.  malah ada beberapa doktor (S3) lulusan 
Jerman yang  jadi anak buahnya.

salam,
djs




________________________________
From: Lasma siregar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, 29 September, 2009 12:25:16
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gelar dan artinya buat kita

  
Gelar dan artinya buat kita

Gelar, apakah diperoleh dari Sorbone, Oxford, Cambridge ataukah
dari Cibaduyut sangatlah penting buat banyak orang!
Ini menunjukkan bahwa mereka bukanlah orang sembarangan tapi
seseorang yang berpendidikan tinggi.

Seseorang yang harus dihargai karena berguna bagi bangsa dan
tanah air (begitulah kira-kira dalam imajinasinya) .
Mengapa mereka merasa demikian?
Nampaknya karena masyarakat menilai sangat tinggi kalau seseorang
itu punya gelar.

Dan yang punya gelar juga merasa perlu kalau disebut gelarnya oleh
orang lain!
Apakah ini gejala rasa rendah diri (bukan rendah hati) yang akhirnya
perlu diangkat dengan gelarnya?
Siapalah yang tahu?

Apakah ini sisa-sisa feodalisme tempo doeloe dimana kebangsawanan juga
punya nilai sangat tinggi di masyarakat.
Kini diganti dengan gelar dari perguruan tinggi....

Penganggur punya gelar atau gelar penganggur yang jadi masalah?
Nampaknya masalah gelar menggelar sudah jadi budaya!
Apakah begitu?

Salam
Las

Kirim email ke