Pak Budiman yg baik...

Saya terharu membaca tulisan anda. Mengingat perjuangan anda selama belasan 
tahun, saya yakin tulisan anda datang dari hati nurani anda.
Namun perlu disadari, perjalanan ke depan penuh dgn tantangan2. Godaan akan 
datang bertubi2 yg bila karakter tidak kuat akan jatuh juga, seperti kita bisa 
melihat orang2 idealis yg kemudian melempem di senayan. Terkadang juga, 
pilihan2 yang harus anda ambil bukan sekedar baik atau buruk, tapi jauh lebih 
sulit memilih antara baik dan lebih baik.
Saya berharap pak Budiman tetap menjaga karakter dan integritas, berdoa dan 
tetap melakukan kebiasaan2 yg selama ini menjaga integritas anda. 
Saran dr pak godlip u/ tetap hadir di FPK mungkin bisa membantu anda tetap pada 
jalur.
Saya ucapkan selamat bertugas. Tanggung jawab anda semakin besar, Tuhan akan 
selalu mendampingi anda sepanjang anda tetap membuka hati.

Salam,
Andidj 



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Agus Hamonangan" <[email protected]>
Date: Fri, 02 Oct 2009 05:12:22 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mewakili Rakyat

Oleh Budiman Sudjatmiko
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/02/04531557/mewakili.rakyat



Beberapa hari lalu, saya mendapat ucapan "selamat" atas rencana pelantikan 
sebagai anggota DPR dari konstituen, para petani Banyumas dan Cilacap.

Bagi saya, mereka bukan orang baru, juga sebaliknya. Mereka adalah orang yang 
pertama kali saya jumpai 18 tahun silam sebagai petani sederhana, yang 
diringkus kemiskinan dan konflik pertanahan menahun.

Saya terharu saat mereka menganggap saya sudah "berhasil". Padahal, apa yang 
diperjuangkan 18 tahun lalu belum banyak memperbaiki nasib mereka.

Saya juga yakin, semua rekan yang dilantik kemarin mendapat ucapan serupa dari 
orang-orang. Para wakil rakyat ini adalah yang berhasil mengoptimalkan hubungan 
dengan konstituen sehingga memenangkan jumlah suara yang memadai dalam proses 
pertarungan politik pemilu.

Di sini saya membicarakan prosedur dan strategi politik, dengan kedalaman dan 
isi politik berbeda dari tiap kasus pemenangan pemilu. Karena rupanya 
pertarungan politik sehari-hari sering terlalu tergesa-gesa, saya lupa 
mengurusi isinya.

Meski demikian, bukan berarti dalam proses yang bergegas ini kedalaman dan isi 
tak bisa disertakan. Substansi politik bisa ditemukan jika (dan hanya jika) 
panggilan berpolitik itu berasal dari sebuah proses panjang. Kalaupun Anda 
menemukan kasus proses politik yang singkat, hampir pasti itu berasal dari 
politik advertorial diri (pencitraan melalui iklan politik) maupun politik 
transaksional yang teramat mahal bagi orang kebanyakan.

Mewakili rakyat artinya menjalin beragam hubungan batin, pikiran, empati, dan 
(bahkan) fisik dengan yang diwakili. Meski demikian, harus disadari, suara- 
suara rakyat itu kerap bersifat spontan, sporadis, berserakan, dan tidak 
sistematis. Maka, penting diingat, mewakili rakyat tidak hanya menjadi cermin 
mentah atas semua itu, karena akan menjerumuskan kami pada popularitas sesaat. 
Para politisi mudah digoda hal-hal seperti ini.

Pencarian popularitas sesaat hanya melahirkan produk legislasi yang mentah dan 
dangkal atas yang tampak di permukaan, tanpa menyelami aneka konsekuensi 
kehidupan berbangsa dan bernegara.

Misalnya, jika di kalangan konstituen kami muncul arus kuat sektarianisme untuk 
memaksakan produk undang-undang yang mengancam hak-hak minoritas (baik suku, 
agama, maupun status sosial lain), wakil rakyat yang visioner tidak boleh 
memperjuangkannya begitu saja karena akan mengorbankan yang lebih besar, yaitu 
Pancasila dan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an kita. Pun misalnya di kalangan 
konstituen kami muncul tuntutan untuk melegalkan perjudian, tentu tidak 
serta-merta memperjuangkannya karena akan membangkrutkan moral masyarakat kita.

Dari apa yang saya lihat, berbagai kualifikasi itu hanya bisa dipenuhi dalam 
proses politik ideologis maupun kultural melalui partai politik yang sehat, 
bukan melalui proses advertorial diri atau politik transaksional. Selain 
melalui partai, tentu ada jalur lain untuk menyehatkan representasi dan proses 
legislasi.

Sebagai anggota DPR, saya menjadi wakil rakyat menurut konstitusi negara. 
Namun, ini tidak menghilangkan pengertian tentang wakil rakyat secara luas. Di 
sini saya membicarakan keberadaan wakil rakyat yang hidup dan menghidupi 
keseharian rakyat. Mereka bisa ditemukan dalam kegiatan di luar parlemen, 
seperti kalangan cendekiawan, agamawan, budayawan, jurnalis, pendidik, usahawan 
yang menerapkan prinsip pemerintahan yang bersih, para aktivis akar rumput dan 
lainnya yang fungsinya tidak kalah penting dalam menyehatkan peradaban politik. 
Senantiasa berinteraksi dengan mereka adalah untuk menjaga agar proses 
ideologis dan kultural ini sebagai pengimbang politik transaksional.

Dengan demikian, berpolitik akan menjadi gugusan tindakan oleh pribadi-pribadi 
yang sudah merasa cukup dengan aneka keperluan diri, agar politik hanya 
mengurusi keperluan orang banyak.

Saya sering menjumpai politisi yang asetnya "biasa-biasa" saja tetapi merasa 
keperluan pribadinya tidak berlebihan sehingga dia bisa lapang memikirkan orang 
banyak. Orang-orang itu merasa, dengan lebih melayani kepentingan orang banyak, 
kebajikan publik akan berlaku adil sehingga memungkinkan memenuhi keperluan 
pribadi tanpa mengambil yang bukan haknya. Namun, contoh sebaliknya tidak 
sedikit jumlahnya.

 

Sejak kemarin, saya dan rekan-rekan resmi dilantik mewakili Anda. Mari kita 
akui saja, Anda dan kebanyakan rakyat tidak berkepentingan bagaimana kami resmi 
menjadi wakil Anda di parlemen. Yang menjadi kepentingan Anda adalah kesediaan 
kami untuk terus diuji di hadapan altar mimpi dan harapan orang banyak, serta 
bagaimana kami mengakhirinya lima tahun ke depan.

Bagaimana perasaan saya? Terus terang, saya dihantui perasaan jika orang-orang 
desa yang telah menjadikan saya sebagai wakil rakyat di DPR, tak akan lebih 
baik nasibnya lima tahun ke depan dibandingkan dengan saat saya pertama kali 
menyepakati perjuangan bersama mereka 18 tahun silam.

Budiman Sudjatmiko Anggota DPR dari PDI-P




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke