http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/07/11080378/boediono.berpuisi.untuk.faisal.basri....
JAKARTA, KOMPAS.com Tak hanya piawai menjentikkan jari-jarinya di atas senar-senar gitar, rupanya Wakil Presiden terpilih Boediono pun punya bakat membacakan puisi. Pemandangan itulah yang terlihat saat peluncuran buku milik ekonom Faisal Basri di Jakarta, Rabu (7/10) siang. Puisi berjudul "Keniscayaan Perubahan" yang dibacakan mantan Gubernur BI ini senada dengan tajuk buku "Lanskap Ekonomi Indonesia". Saat membuka acara peluncuran buku itu, Boediono yang mengenakan batik merah tiba-tiba membacakan puisi tersebut. Puisinya singkat dan menyikapi kondisi krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada 1998 lalu, serta upaya untuk bangkit dari krisis tersebut. "Gemuruh semakin menggelar. Derap perubahan mengentak-entak. Sumbat-sumbat telah terpental. Pekik perlawanan tak terbendungkan. Itulah pertanda era baru akan membentang. Cuma dalam hitungan bulan," seru Boediono dalam acara yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta, itu. Meski hanya sekitar 5 menit, ternyata karya itu menyimpan kenangan tersendiri. Boediono mengaku puisi tersebut adalah karya Faisal Basri yang dibuat pada 1 Januari 1998. "Bukan karangan saya, karangan seseorang. Karangan Faisal Basri. Suatu syair yang mengantisipasi peristiwa," ujarnya.
