Wah, kalau Wapres Budiono juga paiawai sebagai satria bergitar, Pak Pres SBY juga sami mawon, bisa diprediksi bakal ada recital duo gitar dalam acara ramah tamah pasca pelantikan pada 20 Oktober ini. Wah, lagi-lagi wah. Jika spekulasi ini sampai terjadi pasti akan dicatat sejarah dunia seremoni RI-1 dan RI-2 Indonesia yang akan menjadi kenangan untuk generasi berikutnya.....Lalu, perusahaan/produsen gitar yang gitarnya dipakai dalam recital itu akan membeli fotonya, terus akan membuat billboard besar di bundaran HI....
Wah....Saya cubit tangan sendiri, ternyata saya mimpi.... Tabik; RnB From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Agus Hamonangan Sent: Wednesday, October 07, 2009 1:13 PM To: [email protected] Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Boediono Berpuisi untuk Faisal Basri.... http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/07/11080378/boediono.berpuis i.untuk.faisal.basri.... JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya piawai menjentikkan jari-jarinya di atas senar-senar gitar, rupanya Wakil Presiden terpilih Boediono pun punya bakat membacakan puisi. Pemandangan itulah yang terlihat saat peluncuran buku milik ekonom Faisal Basri di Jakarta, Rabu (7/10) siang. Puisi berjudul "Keniscayaan Perubahan" yang dibacakan mantan Gubernur BI ini senada dengan tajuk buku "Lanskap Ekonomi Indonesia". Saat membuka acara peluncuran buku itu, Boediono yang mengenakan batik merah tiba-tiba membacakan puisi tersebut. Puisinya singkat dan menyikapi kondisi krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada 1998 lalu, serta upaya untuk bangkit dari krisis tersebut. "Gemuruh semakin menggelar. Derap perubahan mengentak-entak. Sumbat-sumbat telah terpental. Pekik perlawanan tak terbendungkan. Itulah pertanda era baru akan membentang. Cuma dalam hitungan bulan," seru Boediono dalam acara yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta, itu. Meski hanya sekitar 5 menit, ternyata karya itu menyimpan kenangan tersendiri. Boediono mengaku puisi tersebut adalah karya Faisal Basri yang dibuat pada 1 Januari 1998. "Bukan karangan saya, karangan seseorang. Karangan Faisal Basri. Suatu syair yang mengantisipasi peristiwa," ujarnya. ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. ***** [Non-text portions of this message have been removed]
