Terkejut juga waktu membaca ini.  Walaupun ini bukan sesuatu yang baru, tetap 
saja ini mengejutkan bagi saya, karena ini artinya politik uang sudah di 
halal-kan dan diuangkapkan secara terbuka.  Para politisi msudah menganggap 
bahwa politik uang adalah wajar, dan bukan aib lagi yang harus ditutupi.
Inilah wajah demokrasi kita, demokrasi uang.  DImana uang jadi panglima.  Jadi 
jangan terlalu berharap dengan partai-partai politik yang ada.  Karena yang 
mereka perjuangkan hanyalah sekedar uang.  Uang menjadi tujuan perjuangan.  
Berita ini menambah deretan panjang pesimisme saya akan masa depan Indonesia 
yang lebih baik.  Tampaknya apa yang dicita-citakan dalam pembukaan UUD 45 
menjadi semakin jauh dari harapan.
Kemerdekaan bersuara menjadi tidak berarti, manakala mereka yang kita percaya 
untuk menjadi penyambung lidah kita, ternyata hanya berorientasi kepada uang.
Apakah pers bisa lebih aktif mengambil peran sebagai 'penyambung lidah  
rakyat'?  Apakah pers siap meninggalkan 'pers sensational' dan menjadi 
lokomotif pembaharuan Indonesia menjadi Indonesia yang lebih baik.
Saya hanya bisa bertanya kepada rumput yang bergoyang.

Kunto


Kirim email ke