Sekitar 900.000 Sarjana Tidak Bekerja
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/08/03204399/ciptakan.wirausaha Bogor, Kompas - Pemerintah baru mendatang harus memecahkan masalah pengangguran dengan solusi praktis, yaitu melalui penciptaan wirausaha muda. Selama ini banyak program pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja tidak tepat sasaran, bahkan menimbulkan kredit bermasalah. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam workshop Wirausaha Muda Mandiri di Institut Pertanian Bogor (IPB), di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10), menyediakan lapangan kerja saat ini menjadi tantangan Indonesia. Oleh karena itu, kata Agus, mahasiswa hendaknya tidak hanya puas belajar dan menyelesaikan kuliah, tetapi harus memiliki kepercayaan diri memulai menciptakan lapangan kerja. Dari data Bank Mandiri, Agus mengatakan, dari pengumpulan dana masyarakat Rp 287 triliun, total kredit yang dikucurkan mencapai Rp 181 triliun. "Dari pengucuran kredit ini, diperkirakan tercipta 27.000 usaha baru," kata Agus. Menurut Agus, pengangguran terbuka saat ini lebih dari sembilan juta orang. "Jumlah ini belum termasuk pengangguran terselubung," ujar Agus. Banyak sarjana yang telah dihasilkan perguruan tinggi, tetapi tidak bekerja. "Jumlahnya bisa 900.000 orang," kata Agus. Dorongan agar mahasiswa menciptakan lapangan kerja sendiri juga disampaikan Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto. "Mahasiswa hendaknya tidak hanya puas menenteng ijazah mencari-cari pekerjaan. Wirausaha harus jadi pilihan utama, bukan pilihan terakhir lagi," ujarnya. Karakter wirausaha Di hadapan sekitar 1.200 mahasiswa IPB, Agus memaparkan karakter wirausaha, yakni, antara lain, memiliki semangat pantang menyerah, bertindak efisien, dan mampu mengomunikasikan gagasan keinginan berwirausaha. Selain itu, seorang wirausaha harus berani mengambil risiko, pandai menangkap peluang, inovatif, dan kreatif. "Mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga," kata Agus. Menurut pakar pemasaran Rhenald Kasali, mahasiswa mengetahui banyak ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu menyederhanakan persoalan. Rhenald, yang membuka School for Entrepreneurs, menjelaskan, pendidikan di Indonesia banyak menakut-nakuti mahasiswa untuk mulai berwirausaha. Sekolah wirausaha harus memulai dengan hal yang sederhana dan bertahap. Workshop ini salah satu bentuk Program Wirausaha Muda Mandiri yang dilaksanakan di sembilan kota besar, yaitu Medan, Malang, Palembang, Manado, Semarang, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, dan Bogor. Target peserta 6.000 mahasiswa dari 125 perguruan tinggi. Dalam acara itu, Mandiri menyerahkan beasiswa total Rp 240 juta kepada IPB. (OSA)
