Waktu saya mendengar bhw ada beberapa finalisasi pengesahan RUU yg kejar tayang 
al RUU yg kehilangan AYAT TEMBAKAU tsb, sudah sy kira bhw patut diduga ada 
"sessuatu" skenario.
Amati saja fenomena "menit-menit akhir" dimana selalu hrs diwaspadai dlm hal 
apapun; krn akan dimanfaatkan!! Dan sgt bisa menentukan (kalau lolos!!). Untung 
aja msh ada yg tahu...lain kali waspadai fenomena "menit-menit awal & 
menit-menit akhir".

Maju terus..mer...@!!

Salam
Junus dw  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Bertha Suranto <[email protected]>
Date: Wed, 14 Oct 2009 07:41:32 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Hilangnya Ayat tembakau,  karena  kesalahan 
teknis  saja.

Baca  Kompas  pagi  ini  jadi  tertawa  geli.

Undang-Undang  yang  akan  disahkan,  sudah  di masukkan  ke amplop   
berlogo DPR  lho,  eh  bisa  salah  teknis,  maksudnya  salah  ketik   
atau
ada  hantu  yang  menghapus  gitu  ?

Gimana  sih  anggota  DPR  ini,  gaji  minta  gede,  tiap  rapat  ada   
tunjangannya,  padahal  kan  kerjanya  memang  rapat.
Biaya  pembahasan  UU  udah  gede,  kok  gak  ada  cek  dan  ricek  ?

Antara  kesal,  sebal  dan  geli  membaca  jawaban  Sekjen  DPR  :   
Ah  mungkin  kesalahan  teknis  saja.
Bukankah  anda2  yang  di  DPR  semuanya  bertitel  ?  Gak  Malu  apa.

Saya  sih  gak  mau  berprasangka  yang  jauh  bahwa  itu  mengandung   
korupsi  misalnya.
Cuma  sangat  aneh  bagi  saya.

Perusahaan  kecil  macam  saya,  bikin  perjanjian  yang  nilainya   
gak  sampai  20  juta  saja,  tuh  perjanjian  bisa  saya  baca 3 kali.
Sebelum  saya  baca,  sekretaris  saya  baca  dan  teliti  dulu.   
Habis  saya  baca  dan  teliti  tidak  langsung  saya  tandatangani,   
biasanya
bagian  legal  saya  yang  meneliti  kembali.

Masak  untuk  Undang2  sebuah  negara  bisa  gak  diteliti  dulu  ?

Ampun.....ampun...ampun  deh....
Makanya  kalau  membahas  Undang2  jangan  sambil  tiduran, jangan  
sambil  main  HP  atau  blackberry,  jangan sambil  nelpon, jangan  
sambil bercanda,
jangan  sambil  ngopi.
Serius  dikit  napa,  Kan  anda-anda  Yang  Terhormat  para  anggota   
DPR  dibayar  dan  dipercaya  rakyat.
Percayalah  bahwa  kesempatan  menjadi  anggota  DPR  itu   
diperhatikan  oleh  rakyat  dan  Allah.
Cepatlah  bertobat....!

Waduh,  saya  kok  nulisnya  jadi  esmosi  begini  ya  pagi-pagi,     
hehhehehhe
Itu  semua  karena  saya  ini  sangat  cinta  bangsa  dan  negara  ini.


Salam,

Bertha  Suranto







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke