Yah.....itulah repotnya jika Indonesia tetap menerapkan pola sistem politik " 
Balas Budi ".
sudah menjadi rahasia umum , kalau ingin meraih kursi presiden butuh masa 
banyak..
masa banyak bisa diapat jika merangkul partai2 besar yg bermasa banyak.
gak peduli resiko dibelakang hari...yg penting menang dulu ..walaupun apapun 
caranya.
termasuk deal-2 dengan partai2 politik dan membuat kesepakatan ...
Pola Balas Budi lewat ..Kontrak2 politik.
 
karena sudah terikat kontrak politik , maka disaat sang pemimpin berhasil 
menang , maka 
partai2 koalisi pendukung pun ramai2 menagih janji....tidak itu saja bahkan 
partai2 bersebrangan dan yg dulunya 
gak mendukungpun ikut2an antri jatah dengan menawarkan ..( istilahnya 
menggadaikan suara partainya di parlement ) 
kalau berhasil wakilnya terpilih dipemerintahan maka mayoritas suara partai 
juga ikut2an mendukung sang pemimpin.
 
Pola ini saya lihat sangat berbahaya di belakang hari.
contohnya yg terjadi beberapa tahun belakangan  ini .
disaat pemerintah ada cros sedikit saja dengan sebuah partai politik...
maka resikonya ..sang menteri , sang gubernur , sang walikota , sang bupati 
partai tersebut ...akan sedikit berbelok
dan tidak patuh pada perintah presiden dan pemerintah...dan ada upaya 
penggembosan untuk menyudutkan pemerintah.
 
ini belum lagi kalau dilihat dari sisi profesi keahliannya , gak peduli dia 
paham ekonomi atau teknologi ....pokoknya wakilnya bisa duduk
jadi menteri ....ini konyol sekali .
 
kita bisa melihat suharto bisa bertahan lama dan pemerintah bisa akur dan 
kompak ...itu karena .
semua menteri ( hanya 1 atau 2 ...disisakan untuk partai lain ) , semua 
gubernur , semua walikota ...bahkan semua lurah RT dan RW 
adalah orang Golkar . tetapi cara ini sekarang amat susat terwujud mengingat 
pemilihan kepala2 pemerintah daerah dipilih oleh masyarakat langsung.
 
tetapi hasilnya ...golkar kuat ,,bekerja didukung penuh oleh semua unsur 
pemerintah . tdk ada satupun yg berani membelot dan menggembosi 
tetapi itu dulu ( memang ada plus minusnya )
 
Tugas pemerintah memang berat ...ditambah sedikit saja anggota yg mbalelo maka 
, pemerintah bisa rusak di mata masyarakat.
yah...semoga terpilihnya SBY dan merangkul kabinet gado2 nya ini bisa sama2 
akur ...kompak.....bekerja keras demi masyarakat
dan negara , bukan bekerja demi membesarkan nama partainya masing-masing. 
apalagi masuk menteri dengan tujuan bisa mengeruk uang negara
untuk membesarkan partainya .
 
salam 
edy prayitno
surabaya
 
 
 
 
 
 
 
 
 

        -----Original Message-----
        From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Agus Hamonangan
        Sent: 20 Oktober 2009 6:53
        To: [email protected]
        Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dramatisasi Politik, Miskin Substansi
        
        
          

        
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/20/03255374/dramatisasi.politik.miskin.substansi
 
<http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/20/03255374/dramatisasi.politik.miskin.substansi>
 
        
        Jakarta, Kompas - Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil 
presiden terpilih Boediono, Senin (19/10), menyelesaikan pemanggilan 36 calon 
menteri dan pejabat setingkat menteri yang akan bekerja dalam Kabinet Indonesia 
Bersatu II.
        
        Namun, proses seleksi para calon menteri tersebut dinilai tidak 
memiliki makna. Lebih dari separuh calon menteri yang dipanggil merupakan 
pengurus sejumlah partai politik.
        
        Karena itu, harapan agar Presiden lebih memilih para profesional untuk 
membantunya supaya dapat bekerja lebih optimal sulit diwujudkan.
        
        âEURSubstansi dari proses seleksi menteri yang dilakukan tidak ada. 
Itu hanya dramatisasi politik,âEUR kata Direktur Program Pascasarjana 
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra di Jakarta, Senin.
        
        Jika Presiden serius memilih menteri yang berkualitas, proses wawancara 
sebagai bagian dari seleksi seharusnya dilakukan minimal terhadap dua calon 
menteri untuk setiap pos kementerian, bukan satu calon seperti sekarang.
        
        Azyumardi mengatakan, selain banyak menteri baru yang belum diketahui 
kualitas dan kinerjanya, banyak menteri lama dengan pos kementerian baru. Hal 
itu akan membuat gerak cepat pemerintahan baru sulit diharapkan.
        
        Program kerja 100 hari sulit diharapkan akan memberikan gebrakan karena 
waktu yang tersedia lebih banyak digunakan para menteri untuk beradaptasi 
dengan pekerjaan barunya.
        
        Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi 
menegaskan, kabinet baru hanya mencerminkan penjatahan partai politik. Namun, 
Sofjan hanya bisa berharap, sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, menteri yang 
berasal dari parpol dituntut bersikap profesional dalam membangun bangsa ini.
        
        âEURKita lihat dalam setahun ke depan, apakah pilihan Presiden 
Yudhoyono tepat dalam menumbuhkan (arah) perekonomian Indonesia? Saya kira 
orang-orang pilihan yang diambil dari parpol merupakan orang-orang terbaik 
bangsa ini,âEUR katanya.
        
        Kecewa
        
        Pengamat ekonomi Yanuar Rizky kecewa karena lebih banyak kompromi 
politik. Penempatan Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Bidang 
Perekonomian menguatkan bukti kompromi politik Presiden. âEURTanpa mengurangi 
rasa hormat kepada Pak Hatta, penunjukannya di pos Menko Perekonomian lebih 
kental sebagai pelobi ketimbang pertimbangan hal-hal besar berkait pertumbuhan 
ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan urusan perekonomian nasional,âEUR ujar 
Yanuar.
        
        Kekecewaan pun muncul karena pos Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 
yang penting pun ternyata masih diisi orang partai politik. Rencana Presiden 
menempatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar 
menunjukkan seolah posisi itu jatah partai. Pejabat sebelumnya, Erman Suparno, 
adalah mantan Bendahara PKB dan anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa 
periode 1999-2004.
        
        Posisi Mennakertrans semestinya diisi orang yang paham ketenagakerjaan 
dan harus mampu menjadi penyelenggara tripartit utama antara pemerintah, 
pengusaha, dan pekerja. âEURKalau dari pendekatan politik, akhirnya hanya 
(memakai) cara normatif,âEUR ujar Yanuar.
        
        Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi juga kecewa 
menyangkut figur di balik Menteri Kehutanan. Presiden Yudhoyono semestinya 
memilih figur yang ahli kehutanan dengan reputasi internasional. Pos Menteri 
Kehutanan rencananya diisi Zulkifli Hassan, Sekretaris Jenderal Partai Amanat 
Nasional.
        
        âEURPemilihan figur yang tepat mencerminkan sejauh mana perhatian 
Presiden terhadap masalah kehutanan dan isu perubahan iklim. Menteri Kehutanan 
mendatang harus benar-benar memahami substansi, bukan sekadar mengisi bagi-bagi 
jabatan politis,âEUR ujar Elfian.
        
        Benteng pertumbuhan
        
        Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, 
Menteri Perindustrian pada masa depan menjadi benteng pertumbuhan industri. 
Karena itu, kabinet haruslah mampu mengikis rantai birokrasi yang sangat 
menyusahkan dunia usaha.
        
        Ahli transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, dan 
Ketua Bidang Angkutan dan Prasarana Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Rudy 
Thehamihardja menilai Freddy Numberi harus belajar cepat dan tepat bila ingin 
berguna sebagai Menteri Perhubungan.
        
        Sekretaris Jenderal Koalisi Keadilan Rakyat untuk Perikanan Riza 
Damanik menilai, secara administratif dan manajerial, figur Fadel Muhammad 
memiliki cukup pengalaman sebagai pengusaha dan birokrat. Namun, pengalaman 
tersebut tentu belum cukup mengingat kompleksnya persoalan ekonomi, sosial, dan 
lingkungan di wilayah pesisir.
        
        Oleh karena itu, ia harus membuktikan kemampuannya dalam kebijakan 
pengelolaan kelautan dan perikanan yang mengarah pada pengembangan ekonomi 
kerakyatan dan tidak condong pada korporasi berkapital besar.
        
        Suara kecewa diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi 
Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto menyangkut figur Darwin Saleh 
sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
        
        Menurut dia, Darwin Saleh tidak memiliki rekam jejak di sektor ESDM. 
âEURIdealnya, Menteri ESDM dari kalangan profesional yang punya rekam jejak di 
sektor ESDM,âEUR ujarnya.
        
        Menlu-Menhan baru
        
        Calon menteri yang pertama diwawancarai presiden, Senin, adalah Marty 
Natalegawa. Diplomat karier yang saat ini menjabat Duta Besar RI untuk 
Perserikatan Bangsa-Bangsa itu diproyeksikan menjadi Menteri Luar Negeri. 
âEURYang ditekankan Presiden adalah perlunya reformasi dan revitalisasi 
politik luar negeri dan diplomasi, peningkatan kinerja dan kemampuan jajaran 
diplomat, serta dedikasinya,âEUR ujarnya.
        
        Pada hari ketiga pemanggilan calon menteri ke kediaman pribadi Presiden 
di Cikeas ini, dua menteri yang masih menjabat saat ini turut dipanggil, yakni 
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro serta Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy 
Numberi.
        
        Posisi Purnomo diproyeksikan bergeser jadi Menteri Pertahanan. 
âEURKami tadi membahas sistem pertahanan nasional, perjalanan reformasi TNI 
hampir 10 tahun ini, terutama netralitas dan profesionalisme TNI, sistem 
kesejahteraan prajurit, bisnis TNI, serta UU yang belum selesai seperti UU 
Terorisme dan UU Peradilan Militer,âEUR ujar Purnomo.
        
        Freddy Numberi diperkirakan bergeser dari Menteri Kelautan dan 
Perikanan menjadi Menteri Perhubungan, sedangkan Fadel Muhammad, salah seorang 
ketua DPP Partai Golkar, diproyeksikan menggantikan Freddy Numberi.
        
        Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera, Suswono, diproyeksikan akan 
menjabat Menteri Pertanian. Ia mengatakan, presiden terpilih memintanya memberi 
perhatian pada peningkatan daya saing produk agrobisnis.
        
        Posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan 
Perencanaan Pembangunan Nasional diproyeksikan akan diberikan kepada Armida 
Alisjahbana, guru besar ilmu ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung.
        
        (MZW/EVY/LKT/RYO/OSA/MAS/HAM/DAY)
        
        

        



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke