Si intel yang ngakunya bernama Sopan ini lagi bermain-main dengan fakta. Diputer-puter aja sekenanya. Kalo November 2008 penyidikan berhenti, ya ketua KPK-nya saat itu masih Antasari. Kalo penyidikan dilanjutkan lagi tahun berikutnya, itu karena Antasari sudah hengkang dari KPK dan masuk bui. Pernyataan bahwa penyidikan dibuka lagi gara-gara Antasari ngocor dalam interogasi, ini kan sok-sokannya polisi aja. Yang jelas, sampai kini para buaya itu ta punya bukti lain untuk membuktikan suap kepada KPK kecuali hanya kesaksian Antasari. Lha Ary Muladinya aja udah cabut kesaksian kok. Kalo ada suap dari A ke B, pasti ada aliran dana dari A ke B. Tapi kalo udah diperiksa ternyata tak ditemukan aliran dana itu, maka ketahuan kan yang ngibul siapa? Waspadai Sopan ini. Dia ditugaskan untuk memutar-balik fakta dengan tujuan membalik opini miliser di milis ini. Orang ini sedang menyebar disinformasi yang menyesatkan. Dia bagian dari rekayasa besar polisi/kejaksaan untuk memerangkap Chandra dan Bibit. manneke
--- On Thu, 11/5/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote: From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Kekerasan" dalam Penegakan Hukum To: [email protected] Received: Thursday, November 5, 2009, 4:17 AM Bung Mohammad Sopan, Kalau informasi ini memang benar, mari kita catat dan sampaikan pertanyaan ke KPK, baik melalui milis ini maupun milis lainnya yang punya akses ke KPK untuk meminta klarifikasi tentang apa yang sebenrnya terjadi. Semoga masalahnya segera dibuka untuk publik. Salam, Adyanto Aditomo
