Pak manneke yg budiman,
Apa yg anda katakan bisa aja terjadi......
Tapi gimana kl polisi tiba2 ;
1. Mempunyai rekaman candra dlm konteks penyuapan/pemarasan
2. Bukti bahwa bibit tidak pernah pergi ke Peru, yg selama ini dia 
gembar-gemborkan
3. Ary muladi tak pernah mencabut BAP-nya
Itu akan kita ketahui sebentar lg di persidangan pak.....

-Mohammad Sopan-

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: manneke budiman <[email protected]>
Date: Thu, 5 Nov 2009 09:45:29
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re:  "Kekerasan" dalam Penegakan Hukum

Si intel  yang ngakunya bernama Sopan ini lagi bermain-main dengan fakta. 
Diputer-puter aja sekenanya. Kalo November 2008 penyidikan berhenti, ya ketua 
KPK-nya saat itu masih Antasari. Kalo penyidikan dilanjutkan lagi tahun 
berikutnya, itu karena Antasari sudah hengkang dari KPK dan masuk bui.
 
Pernyataan bahwa penyidikan dibuka lagi gara-gara Antasari ngocor dalam 
interogasi, ini kan sok-sokannya polisi aja. Yang jelas, sampai kini para buaya 
itu ta punya bukti lain untuk membuktikan suap kepada KPK kecuali hanya 
kesaksian Antasari. Lha Ary Muladinya aja udah cabut kesaksian kok.
 
Kalo ada suap dari A ke B, pasti ada aliran dana dari A ke B. Tapi kalo udah 
diperiksa ternyata tak ditemukan aliran dana itu, maka ketahuan kan yang ngibul 
siapa?
 
Waspadai Sopan ini. Dia ditugaskan untuk memutar-balik fakta dengan tujuan 
membalik opini miliser di milis ini. Orang ini sedang menyebar disinformasi 
yang menyesatkan. Dia bagian dari rekayasa besar polisi/kejaksaan untuk 
memerangkap Chandra dan Bibit.
 
manneke

Kirim email ke