Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/11/15180135/Dubes.AS.Puji.Indonesia.Terkait.Kasus.Polri-KPK



JAKARTA, KOMPAS.com — Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R Hume 
memuji keterbukaan dan demokratisasi yang berkembang di Indonedia pascakasus 
penahanan pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, oleh 
Polri. Kasus tersebut dinilainya akan terus membawa Indonesia pada iklim 
demokrasi yang lebih baik dan transparan.

Pujian itu disampaikan Cameron Hume saat menjawab pertanyaan pers setelah 
bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Rabu (11/11) 
sore.

Dalam pertemuan itu, Cameron Hume mengantar Ketua Kadin AS Robert S Milligan, 
Ketua Kadin AS untuk Asia Pasifik Hiert Murray, Business Council Jim Castle, 
dan Ketua Kadin Komite AS (Kikas) Pieter F Gontha.

"Ada perkembangan yang bagus yang terjadi dengan munculnya kasus tersebut 
(KPK-Polri). Yang penting adalah bagaimana undang-undang itu dijalankan," 
tandasnya.

Cameron Hume juga menyatakan, kasus tersebut akan mendorong keterbukaan dan 
demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan, keterbukaan dan demokratisasi ini justru 
akan membuka investasi yang semakin besar.

Dalam catatan Kompas, kontroversi penahanan pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit 
Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, oleh Polri telah muncul di media massa luar 
negeri sehingga mata dunia menyorot penyelesaian kasus tersebut secara adil dan 
terbuka.

Kirim email ke