JAKARTA, KOMPAS.com - Imparsial mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih 
kritis dan melakukan pengawasan terhadap kepolisian sebagai institusi penegak 
hukum. Terlebih setelah keterangan dari mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes 
Wiliardi Wizar yang mengindikasikan adanya sikap tidak profesional Polri dalam 
melakukan proses hukum.

Keterangan Wiliardi ini, menurut Direktur Manajerial Imparsial Rusdi Marpaung, 
meski belum bisa diyakini kebenarannya, namun menjadi salah satu catatan buruk 
yang kesekian kalinya bagi kepolisian.

"Saya kira yang paling penting adalah di masyarakat sendiri harus lebih kritis 
terhadap polisi. Ini perlu karena polisi selama ini tidak mendapatkan 
pengawasan secara langsung," kata Rusdi kepada Kompas.com, Rabu (11/11).

Ia juga menilai, masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dalam memandang 
proses penegakan hukum di negara ini yang cenderung tidak dilakukan secara 
transparan. "Hal ini bisa semakin menguatkan desakan agar reformasi total di 
tubuh kepolisian bisa segera direalisasikan. Masyarakat bisa mempengaruhi ke 
situ," tegasnya.

Lebih lanjut, terhadap berbagai permasalahan yang mendera lembaga-lembaga 
penegak hukum, kata Rusdi, Presiden SBY kembali dituntut untuk segera memberi 
sikap tegas dan menghentikan konflik kepentingan yang ada. "Ibarat pertandingan 
sepak bola, presiden itu wasitnya, lembaga-lembaga penegak hukum itu pemainnya. 
Kalau wasitnya tidak tegas ya pemainnya bisa berantem terus," tandasnya.

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/11/1615263/imparsial.masyarakat.harus.kritis.terhadap.polri

Kirim email ke