Kita sendiri yang demen sama partai yang kaya, bagi-bagi duit, megah, dan berkuasa. Atau paling tidak dia menampilkan citra suci dan tuhani. Nah untuk yang pertama perlu dana. Untuk yang kedua juga perlu dana, sebab untuk jadi suci dan tuhani juga perlu duit. Semuanya bisa didapat dengan kerja keras atau nyolong (bahasa halusnya korupsi). Kerja keras siapa mau? Keringatan, bau, dan nggak keren, klimis, cantik, dan suci? Mana laku kalok masuk TV, siapa yang mau nayangin?
Waktu kampanye kok nggak ada yang nanya bagaimana Caleg tertentu bisa sewa pesawat? Kok nggak ada yang nanya dari mana kaos dan nasi bungkus berasal? Makanya yang wajar saja, semuanya butuh biaya. Mendingan kerja keras dan cari nafkah, ketimbang mikirin anggota dewan yang mikirin bagaimana bisa klimis, cantik, dan suci (tampangnya) itu. PD kek, Golkar kek, PDIP kek, Gerinda kek, semuanya sama saja: nggak kerja tapi klimis. Artinya? Pikir sendiri. 2009/11/13 Agus Sugeng <[email protected]> > > > Secara idealnya seharusnya para anggota dewan bekerja dan memperjuangkan > hak rakyat namun siapa sih yang gak tau bahwa anggota dewan itu bekerja > hanya untuk partainya apalagi kalau petinggi partainya adalah presiden. Ya > mereka bekerja buat presiden lah. Sungguh menyedihkn mental para anggota > dewan (yang katanya) terhormat.. > > salam > agus
