Kian kentara............bila tidak mendukung hak angket............kan jelas
terlihat ada konflik kepentingan???!!!! ............ tapi alasannya
normatif..............menyerahkan pada proses hukum yang ada. Akhir babak
ini nantinya sepertinya akan antiklimaks .......... berlalu ditiup angin
lalu..........ada isu baru! ..........Saya juga sedih  dulu Deni Indrayana
sangat jernih, obyektif dan vokal sebelum bergabung dengan SBY ........juga
pakar telematika RS ....... tapi setelah bergabung di PD ....... ya
keberpihakan pada rakyat memang layak dipertanyakan ............!

Salam,


Wati

2009/11/13 Sigit Mursidi <[email protected]>

>
>
> Kita sendiri yang demen sama partai yang kaya, bagi-bagi duit, megah, dan
> berkuasa. Atau paling tidak dia menampilkan citra suci dan tuhani. Nah
> untuk yang pertama perlu dana. Untuk yang kedua juga perlu dana, sebab
> untuk jadi suci dan tuhani juga perlu duit. Semuanya bisa didapat dengan
> kerja keras atau nyolong (bahasa halusnya korupsi). Kerja keras siapa mau?
> Keringatan, bau, dan nggak keren, klimis, cantik, dan suci? Mana laku
> kalok masuk TV, siapa yang mau nayangin?
>
> Waktu kampanye kok nggak ada yang nanya bagaimana Caleg tertentu bisa sewa
> pesawat? Kok nggak ada yang nanya dari mana kaos dan nasi bungkus berasal?
> Makanya yang wajar saja, semuanya butuh biaya. Mendingan kerja keras dan
> cari nafkah, ketimbang mikirin anggota dewan yang mikirin bagaimana bisa
> klimis, cantik, dan suci (tampangnya) itu. PD kek, Golkar kek, PDIP kek,
> Gerinda kek, semuanya sama saja: nggak kerja tapi klimis. Artinya? Pikir
> sendiri.

Kirim email ke