http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/11/18/05405658/Peng.Shuilin..Pria.Bertubuh.Separuh



SHENZEN, KOMPAS.com - Tragedi dan kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan 
dimanapun. Tak ada manusia yang bisa menduganya. Seperti halnya kecelakaan yang 
menimpa Peng Shuilin, 37. Hidup pebisnis asal Shenzen, wilayah selatan China 
ini seketika berubah 360 derajat, ketika sebuah truk menghantam mobil yang 
dikendarainya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, dua tahun silam

Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Nyatanya ia harus menerima kenyataan 
pahit. Bagian bawah tubuhnya harus diamputasi atau ia akan meninggal. Tim 
dokter yang memeriksanya mewajibkannya melakukan operasi tersebut, meskipun ia 
akan cacat untuk selamanya.

Operasi berlangsung rumit karena tim dokter harus membenahi pula jaringan tubuh 
dan organ-organ dalam tubuhnya yang tersisa. Selama dua tahun ia menjalani 
operasi demi operasi di Rumah Sakit Bujie di Shenzen, selatan China.

Tim dokter yang menanganinya berusaha keras memperbaiki lagi seluruh 
organ-organ utama dalam tubuhnya. Demikian juga dengan perbaikan sistem 
peredaran darahnya. Bukan perkara yang mudah.
Butuh lebih dari 20 dokter ahli untuk menyelamatkan nyawanya. Ia menjalani 
pemindahan kulit dari kepala untuk menutup bagian perutnya yang terbuka akibat 
amputasi.

Beruntung, setelah dua tahun menjalani pengobatan, keajaiban muncul. Peng masih 
bisa bertahan hidup dan operasinya berjalan sempurna. Meski kini tubuhnya telah 
hilang 50 persen, namun semangatnya untuk hidup tetap membara. "Kami hanya 
mengharuskannya melakukan check up, mengingat ia sangat sehat dibanding 
pria-pria seumurannya. Ia sangat luar biasa dan merupakan satu-satunya pria 
yang bisa bertahan dengan keadaan separuh tubuh yang telah diamputasi," puji 
Lin Liu, Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie.

Menurut Lin Liu, Peng mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit. Namun 
satu-satunya rahasia yang bisa menyembuhkan dirinya adalah sifat riang gembira 
yang selalu menemani hari-harinya.
"Tak ada hal apapun yang bisa mengecilkan hatinya. Rahasianya adalah sifat 
riang yang dimilikinya," imbuh Liu.

Bahkan hal ini menjadikannya sebagai contoh model bagi pasien lain yang harus 
menjalani amputasi seperti dirinya. Biasanya ia menjadi pembicara untuk 
memberikan semangat pada pasien-pasien tersebut.
Kini, setelah diamputasi, tinggi badan Peng hanya sekitar 77,5 cm. Untuk 
bergerak, Peng harus dibantu dengan kursi roda. Ia juga mendapatkan pelajaran 
tambahan agar kekurangannya bisa teratasi. Salah satunya berjalan menggunakan 
kaki palsu yang telah dirancang khusus oleh tim dokter.

Tak hanya itu, Peng memulai lagi kesibukannya sebagai pebisnis. Ia membuka 
supermarket yang diberinya nama Half Man Half Price Store atau Toko Pria 
Separuh Badan dengan Harga Separuh. sun/das/tis

Kirim email ke