*Kancil vs Buaya* * *
Kancil adalah binatang yang sudah sangat terkenal dalam fabel-fabel Indonesia. Kancil bukanlah hewan yang rakus, ganas maupun mematikan seperti buaya, namun juga bukan binatang yang dungu seperti keledai. Kancil juga bukan raja hutan seperti singa yang kuat, namun entah mengapa nenek moyang kita selalu senang menceritakan secara turun-temurun kisah Kancil melawan Buaya. Entah mengapa dalam kisah-kisah Kancil melawan kelicikan dan kemunafikan buaya, kancil selalu menang pada akhir cerita. Entah benar atau tidak keberadaan hewan kancil ini, namun yang jelas pesan moral dalam ceita kancil adalah kebijaksanaan selalu menang melawan ketamakan, kemunafikan dan keganasan. Andai saja di Indonesia ini banyak pemimpin-pemimpin yang cerdas dan cepat berpikir seperti kancil, tentu masalah-masalah yang sedang hangat belakangan tidak perlu terjadi. Entah pemimpin bangsa ini yang bodoh atau penulis yang kurang bijaksana, seharusnya seorang pemimpin sejati harus berani mengambil keputusan yang tidak populer demi kelangsungan hidup warganya. Sayangnya, bangsa Indonesia belum banyak memiliki pemimpin-pemimpin yang cerdas seperti para kancil. Ironisnya oleh karena ketidaktegasan pemimpinnya, bangsa Indonesia akhirnya sudah terbiasa hidup dalam barbarisme dan main hukum sendiri dalam memukuli pencuri-pencuri kelas teri namun takut menangkap koruptor-koruptor kelas kakap. Indonesia telah berubah menjadi bangsa babu yang begitu bangga mengirimkan PRT (Pembantu Rumah Tangga) ke seluruh penjuru dunia dan selalu marah apabila budayanya dicuri oleh bangsa lain. Di sisi lain, sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia dalam wakti yang sangat singkat telah berubah menjadi negara penjajah terbesar di dunia yang selalu memeras keringat dan menjajah rakyatnya karena tidak pernah berlaku adil dalam hal hukum dan keadilan sosial. Sungguh tragis bahwa seorang nenek tua renta saja bisa berlaku jujur mengakui perbuatannya dan bertanggungjawab bahwa ia telah mencuri.3 buah biji kakao namun di sisi lain ada Anggodo yang sudah jelas berusaha melakukan penyuapan malah minta kasusnya dihentikan. Bobroknya bangsa Indonesia sebenarnya berakar pada terlalu banyaknya rakyat kecil di seluruh penjuru Indonesia diwakilkan oleh keledai-keledai bodoh yang dari dulu tidak pernah tamat dari taman kanak-kanak yang selalu berebutan *micrrophone* di taman bermainSenayan. Sebenarnya kunci revolusi ekonomi,.sosial, & politik suatu negara terletak pada kemampuan masing-masing warga negara dalam bertanggungjawab dan menata diri dalam menghadapi perubahan itu sendiri. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus menemukan cara-cara baru dan mengembangkan individu-individu kreatif di balik upaya yang inovatif. *Social entrepreneurship,* penulis yakini sebagai kunci segala kemelut perekonomian mikro di Indonesia. Usaha Kecil dan Menengah harusnya diberikan akses kredit yang lebih besar ketimbang pengusaha-pengusaha kelas kakap yang sudah terbukti selalu berusaha membobol bank-bank besar di Indonesia. Semoga saja banyak kancil-kancil baru yang mau menolong sesamanya seperti Mohammad Yameen, pendiri Grameen Bank, yang berjuang mati-matian selama 30 tahun lebih untuk memberi kredit bagi kaum papa yang termarjinalkan oleh oknum-oknum pemerintah yang korup. Wilson Hutadjulu Ketua Young Entrepreneur Forum Indonesia Pendiri Komunitas Orang Miskin dan Penggangguran [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
