Saya paling tidak setuju jika Pak Husein sebagai MEDIATOR untuk masalah ishlah kawan-kawan di Batan ini untuk kepentingan yang lebih
besar (Kepentngan PEJABAT BATAN?). Karena di BATAN memandang tinggi COVER BOTH SIDES, bebas bicara FREEDOM FROM FEAR. Kami-pernah disidangkan di INTERN BATAN menyangkut pencemaran nama baik BATAN, dengan ANCAMAN PIDANA 6 tahun DAN DENDA ENAM MILYAR. Itu sudah kami alami berdua (Pak Andry dan Dardjo) di BATAN. Kami pun tidak takut. Saya yakin dari sebelas saudara saya bisa sharing untuk ditahan masing-masing selama setengah tahun, sisanya saya menjalankan pidana selama 1 tahun. Sedang uang ENAM MILYARD, saya akan membuat selebaran menggunakan FACEBOOK People power, agar ada KOIN untuk pak ANDRY dan DARDJO. (Maaf plagiator kasus PRITA). Saya setuju jika pak HUSEIN mau menjadi MODERATOR di REAKTOR PLTN, untuk memoderasi neutron cepat, agar biar merasakan bagaimana enaknya MANDI RADIASI. --- Pada Sel, 8/12/09, andryansyah rivai <[email protected]> menulis: Dari: andryansyah rivai <[email protected]> Judul: Re: [WARTABATAN nuke] Re: PLTN Tetap Dibangun (Status terakhir) Kepada: [email protected], [email protected] Tanggal: Selasa, 8 Desember, 2009, 4:58 AM Kok kasihan kepada saya kalau remunerasi diterapkan di Batan itu sebabnya mengapa tho pak Hussein? Apakah yang pak Hussein tahu remunerasi itu dasarnya pinter-goblok? Wah ukurannya pinter itu apa kalau begitu dan yang goblok seperti apa? Apa dasarnya tes IQ, tempatnya dulu pernah sekolah, mutu tulisan ilmahnya, atau yang bagaimana? Jawab lho ya biar kelihatan mutunya termasuk yang pinter atau goblok :)) Pak Hussein sendiri kerja di mana sih? Apa PNS juga? Apa sudah terima remunerasi yang menurut saya adalah sistem GILA karena membuat iri dalam lingkup PNS sendiri, dimana yang pertama dapat juga orang keuangan, LOGIKA SANGAT ANEH. Kalau pak Hussein mau jadi moderatornya, sudah tahu apa yang dikerjakan Batan secara umum atau belum? Apakah pak Hussein akan bisa bersikap adil, dalam arti kalau pejabat Batannya sendiri yang kacau dan terbukti, berani membantainya secara terbuka??? Kok ada islah segala itu, emangnya di Batan ada konflik apa ya?? Pak Hussein, hati-hati lho memberi semangat untuk maju terus bersama PLTN. Lihat dulu kemampuan negeri ini soal PLTN, jangan nantinya negeri ini justru hancur gara-gara punya PLTN karena perhitungannya yang tidak logis. Gampangnya yang masih hangat, mengapa pemerintah setuju gas Tangguh dijual ke Jepang sementara kita malah disuruh pakai PLTN yang kemungkinannya juga beli dari Jepang. Ini buat saya adalah logika GILA pejabat negeri yang ANCUR ABIS LOGIKANYA, karena info dari sesorang harga jual gas ke Jepang ini lebih murah dibanding dengan harga jual dalam negeri. andry
