--- On Sun, 12/13/09, arpah <[email protected]> wrote: From: arpah <[email protected]> Subject: [AlumniPrancis] Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Januari 2010, China "Serbu" Indonesia To: [email protected] Date: Sunday, December 13, 2009, 12:15 PM
Pak Bakri dan rekan2 milis yth, Dalam Industri berlaku hukum "Porter's Five Force" (hampir sama pastinya dengan lima force dalam fisika): yaitu: bahwa 1). Competitive Rivalry (Force) ditentukan oleh : 2). Threat of new entrants (Force) 3). Bargaining Power of Buyers (Force) 4). Threat of Substitute Products (Force) 5). Bargaining Power of Supplier (Force) Sama seperti Orang fisika yg cenderung mencari titik ekuilibrium dari force2 yang ada. Maka dalam Industri agar dapat memproduksi dan menjual pada titik yang aman terhadap ancaman force2 yg berinteraksi yang disebut titik "Sustainable competitive advantage (SCA)" hanya ada 1 (satu) cara yaitu menerapkan apa yang disebut " The generic strategies" yang komponennya ada 3: 1). Cost leadership (Biaya produksi termurah, harga termurah) 2) Differentiation (banyak variasi produk) 3). Focus Slide 4(focus on a very narrow, niche market). Slide 3 Faktanya: mana ada yg dapat memproduksi lebih murah dari Cina dengan mutu yang tetap bagus. Tenaga kerja yang sangat murah, biaya hidup yg rendah (makan tahu tiap hari ?) dsb. Sekarang bahkan juga variasi produknya makin banyak. Termasuk juga sudah merambah demikian banyak segmen pasar. Tinggal segmen pasar BORJUIS yang belum dimasuki. Kalau mau menggunakan cara2 proteksi, saya kira juga sudah bukan jamannya menjadi RADIKAL. Itu Kemustahilan !. Amerika saja yg mau masang tarif buat impor ban mobil dr Cina di protes oleh Cina dan dibawa ke WTO. Strategi yang dipakai negara2 maju adalah memindahkan pabriknya ke CINA. Tidak mungkin melawan hukum alam (Sustainable competitive advantage), carilah strategi yg lebih sesuai yang tidak bertentangan dengan hukum alam. Misalnya, dengan menjadi orang Cina sekalian semuanya..ha. .ha..ha Salam, Arpah Slide 2--- In AlumniPrancis@ yahoogroups. com, bakri arbie <daya...@...> wrote: > > Yth Rekan milis, > > Terima kasih kepada Bp Aris Yunanto ,dosen FEUI,yang sudah menerangkan dan > jelaskan > posisi Indonesia yang rawan saat ini,menjelang Januari 2010. > > Dari 55 negara tercatat,Indonesia posisi daya saing produk dan jasa adalah > nomor 51 versi > World Competitiveness Yearbook 2006-2008 dan nomor 54 menurut World Economic > Forum.Artinya berada di garis bawah,jauh dari nomor satu. > > Penyakitnya sudah diperjelas oleh Bp Anis yaitu; > > -Lemahnya penguasaan Teknologi, > -Rendahnya kwalitas SDM, > -Tingginya suku bunga Perbankan, > -Disorganisasi Struktur yang menyebabkan daya saing produk dan jasa Indonesia > kian menurun.Jelasnya tidak ada pemikiran Strategis untuk menaikkan daya > saing. > > Mohon menjadi masukan penting untuk mengatasi penyakit oleh para > Penyelenggara Negara baik eksekutif,legislati f maupun yudikatif. > > Salam Hormat, > Bakri Arbie.
