Pantasan Aceh dulu berjuang untuk kemerdekaan; masak gara-gara ikut Proklamasi 
17 Agustus 1945 semua bekas Hindia Belanda masuk kancah perwayangan. Dengan 
mengulang-ulang dan "menasionalkan" budaya lokal ini, akan semakin tergerak 
warga lokal lain untuk kena akibat goro-goro, zaman edan, dls. Kalau perlu 
orang-orang yang percaya sama budaya lokal ini "dikipas" saja supaya mereka 
berkelompok untuk menerima akibat dari kepercayaan mereka itu. Ikut Proklamasi 
17 Agustus 1945 tidak berarti harus ikut menerima akibat, tulah, atau apa pun 
namanya, goro-goro, zaman kadaluarsa, zaman kuda lepas, dll. yang tidak 
diyakini oleh warga lokal lain.

Zul

--- On Tue, 12/15/09, Dharma Hutauruk <[email protected]> wrote:

From: Dharma Hutauruk <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perlawanan ala Srikandi Menkeu Sri Mulyani
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 15, 2009, 6:08 PM

Kalau sudah menyangkut GORO-GORO, mestinya kita mengundang pak Permadi untuk
turun gunung.
Saya masih ingat ceramah beliau tentang GORO-GORO beberapa tahun lalu sesuai
dengan ramalan para Pandita beberapa abad lalu

dh

Kirim email ke