Setuju dengan Ibu Ani. Kalau tidak salah jangan takut Bu, rakyat yang akan membelamu. Contohnya sudah ada kan, Bu Prita dan Bibit Chandra. Jangankan Golkar, siapapun yang mencoba menganiaya orang lain hanya berdasarkan fitnah atau dendam akan digilas oleh kekuatan rakyat yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Ibu Ani, perjuangan anda untuk memberantas korupsi sudah membuahkan hasil. Baru dalam kepemimpinan anda Pemerintah mempunyai Neraca Keuangan dan ribuan rekening liar ditertibkan. Teruslah berjuang, masyarakat akan mencatatnya. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: soedardjo batan <[email protected]> Date: Tue, 15 Dec 2009 09:06:09 To: WARTABATAN<[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perlawanan ala Srikandi Menkeu Sri Mulyani Bagaimana tanggapan anda? Maaf dari luar kompas http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=105026 [ Sabtu, 12 Desember 2009 ] Perlawanan ala Srikandi Menkeu Sri Mulyani SETELAH kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra mencapai klimaks, angin pemberitaan media kini sedang bertiup ke arah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Seretan pusaran kasus pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century yang semakin kuat membuat salah satu menteri terbaik di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) itu tiba-tiba bersuara lantang. Seperti tengah menabuh genderang perang, Ani -panggilan Sri Mulyani- lewat artikel berjudul Indonesian Minister Defends Bailout di harian ekonomi Wall Street Journal edisi Kamis (10/12) menyatakan terang-terangan. "Aburizal Bakrie is not happy with me." Semua tersentak. Sebab, pernyataan itu terasa berbeda dengan penyataan-pernyataan Ani sebelumnya di berbagai media lokal. Kini Ani berani terang-terangan membela diri. Pernyataan terbaru Ani juga mengungkap ke publik bahwa perseteruannya dengan Ical -panggilan Aburizal- yang sudah berlangsung lama ternyata masih berlanjut. Dalam konteks Bank Century, pernyataan Ani juga berpotensi memicu komplikasi. Sebab, kini Ical bukan hanya pengusaha kakap sekaligus orang terkaya di Indonesia, namun juga ketua umum Partai Golkar. Partai yang kini menempatkan Sekjennya, Idrus Marham, sebagai ketua Pansus Angket Century di DPR. Pernyataaan Ani bagai menyiram bensin ke rerumputan kering di naungan beringin. Petinggi Golkar meminta mantan Plt Menko Perekonomian itu berhati-hati dalam berbicara. Gentarkah Ani dengan penentangan keras tersebut? Alih-alih melunak, saat dicegat wartawan kemarin, penerima gelar menteri keuangan terbaik di Asia pada 2006 dan 2008 itu malah tegas-tegas menolak meralat statemennya di Wall Street Journal. Seminggu sebelumnya, Ani juga menghadiri undangan pertemuan dengan petinggi PPP untuk membeberkan apa yang telah dia lakukan dalam penyelematan Bank Century. Langkah menteri yang sebelumnya dikelompokkan dari kubu profesional itu memang semakin politis. Dengan menghimpun simpati, Ani seakan membuka lebar-lebar pintu konfrontasi dengan pihak mana pun yang menurut dia hendak menghancurkan kredibilitasnya sebagai salah seorang menteri perempuan terpandang di dunia. Sulit juga ditutupi bahwa langkah itu juga merupakan bentuk ungkapan kegelisahan atas tekanan yang dialami. Saat demo peringatan hari antikorupsi sedunia tiga hari lalu, Ani menjadi sasaran demonstran dengan simbol pembakaran foto. Ani juga kecewa karena sang atasan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menunjukkan sikap mendua. Terhadap tuduhan bahwa tim sukses dan sang anak -Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas)- menerima aliran dana Bank Century, SBY dengan tegas menganggapnya fitnah kejam dan disampaikan secara resmi berkali-kali di depan publik. Namun, tentang tuduhan terhadap keterlibatan Sri Mulyani, yang notabene orang terpenting di kabinetnya, sama sekali tidak terdengar pernyataan SBY. Sri Mulyani selama ini konsisten meminta skandal aliran dana Bank Century dibuka seluas-luasnya. Pernyataan itu juga mungkin isyarat bahwa dia tidak mau dikorbankan begitu saja oleh Istana. Ani hanyalah pelaku kebijakan. Namun, secara moral, tanggung jawab Presiden SBY mesti ada pula di dalamnya. Dalam hal ini, dengan jelas terlihat, Sri Mulyani dengan sadar sepenuhnya atas kodrat sebagai perempuan memilih "berteriak", bukan hanya "bernyanyi merdu". Dengan membuka front, Ani tidak cuma ingin dikenal sebagai sosok anggun sebagai wanita. Tapi, seperti tokoh idolanya di dunia wayang, Srikandi, Ani juga figur yang sanggup bersikap tegas, lugas, juga lantang manakala berbicara terhadap sesuatu yang menyudutkan dirinya. (*) Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
