Memungkinkan jika di Fraksi Golkar masih ada kelompok yang masih loyal pada
pemimpin periode sebelumnya. Didalam tim angket, hanya ada dua nama dari
fraksi tersebut yang namanya lagi benderang.  

Salam,

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Indra J Piliang
Sent: 16 December 2009 09:06
To: FPK
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perlawanan ala Srikandi Menkeu Sri
Mulyani

Bung Godlip, anda terlalu sentimen pada Golkar. Belum kapasitas andalah.
Sebetulnya, masih byk yg hormat kpd SMI, khususnya sy sendiri yg mengenalnya
scr pribadi. Tapi sejak munculnya sejumlah makelar pencitraan di sekeliling
SMI, demi kepentingan politik melanggengkan kekuasaan scr serakah, sy kira
yg terjadi adalah menyeret byk pihak utk menghindari dan menutupi sejumlah
kejanggalan dalam bailout dana Bank Century. 

Kalau Golkar sekerdil pikiran anda, maka dgn mudah Golkar mengambil sikap
abstain, apa yg akan terjadi? Demokrat di sebelah kiri, PDIP di sebelah
kanan, pihak mana yg menang? Anda hanya melihat pucuk dari sebuah persoalan,
tetapi melupakan akar. 

Kami di Kabinet Indonesia Muda -- yg tdk ada Partai Demokratnya-- sudah
sepakat tdk menjadikan masalah BC ini sbg masalah kepartaian. Menko Ekuin
KIM, Yanuar Rizky, nanti juga memberikan pendapatnya di Pansus BC. 

Tujuan anda mereduksi masalah ini sbg masalah Golkar terlihat nyata, dan dgn
demikian Pansus BC mengalami delegitimasi. Sy kira tdklah. Pemanggilan org2
saja blm dimulai. Bukti2 blm diajukan. Pertanyaan2 blm terjawab. 

Silakan anda dukung SMI -- dlm hati sy juga berharap SMI tdk bersalah --,
tetapi kurang kerjaan sekali kalau ini terkait Golkar. Dlm pilpres lalu, sy
tahu persis siapa2 saja di Golkar yg justru memilih dan mendukung the big
boss. 

IJP

Kirim email ke