*This message was transferred with a trial version of CommuniGate(r) Pro* Ya betul, HIDUP ANAK PRODIP karena kalau nggak ada anak Prodip, kantor daerah nggak akan jalan, kalaupun jalan akan pincang dan tertatih tatih. Tapi kenapa ANAK PRODIP diagung agungkan ? Apakah karena kinerja dan kemauan kerja mereka paling kuat dibandingkan orang lokal? Apakah mereka lebih jujur dibandingkan orang lokal dan para senior?
ATAUKAH. Karena tidak ada lagi pengangkatan pegawai dari umum ? Sehingga anak muda yang lebih fresh dan segar hanya tersedia dari PRODIP? Karena kedekatan antar alumni prodip sehingga mereka lebih bisa bertukar informasi dan pengetahuan dengan sesama PRODIP di berbagai kantor daerah dan pusat? Ah jangan menggeneralisir deh, kalo menurut saya sih (saya pribadi loh), ANAK PRODIP memang lebih unggul dibandingkan pegawai lokal, karena dari segi usia aja ANAK PRODIP lebih muda yang notabene lebih siap buat membanting tulang dan otak. Mungkin sewaktu tahun 1991 saya masuk kerja pertama kali ( saya penempatan di Kupang NTT dr th 1991 s/d 2002 ), beda umur pegawai lokal dengan usia saya masih sekitar 5-6 tahunan. Namun saat ini, penempatan pegawai prodip ke kantor daerah akan menunjukkan betapa jauh usia ANAK PRODIP dengan pegawai lokal. Jelas akan berbeda tingkat kecepatan dan kekuatan kerja. Saya masih mendapatkan dan mengalami masa masa harus membukukan SPM berjumlah ratusan dan semua dilakukan secara manual. Bagaimana kekaguman saya melihat teman teman lokal yang sanggup mencari selisih pembukuan dengan cepat, menggunakan mesin hitung tanpa melihat tuts mesin hitung. Mereka berjaya pada masanya, masa dimana mereka masih fresh. dan terbukti bukan bahwa orangn lokal pun MAU untuk maju dan MAU untuk bekerja keras. Sewaktu pertama kali ANAK PRODIP masuk kedalam lingkungan kerja, mereka ANAK PRODIP sudah paham akan lingkungan kerja yang akan dimasukinya, karena mereka sudah mendapatkan bahan ajar dari kampus mereka. Namun bagaimana dengan orang lokal sewaktu mereka masuk kerja? Merka masih harus meraba raba apa kira kira pekerjaan mereka di kantor nanti. Dan merekapun akhirnya BELAJAR, ya mereka mau belajar dan berhasil menciptakan formula pencarian selisih dalam pembukuan, mereka mempunyai (atau menciptakan) tekhnik mudah penghitungan gaji secara manual. Ya, ANAK PRODIP memang lebih pandai dan lebih mumpuni dibandingkan orang lokal (yg sekarang masih tersisa), karena mereka sudah dibiayai negara untuk belajar mengenai medan kerja mereka nanti ( bahkan jaman saya tingkat II pun sudah mendapatkan Gaji ). Namun janganlah berkata, bahwa "di daerah sapa lagi yang jadi andalan kalo bukan anak prodip makanya jangan semau mau deh ama prodip kualat ntar " karena mereka akan menjawab, seandainya tidak ada pendidikan Program Diploma-pun, KPKN, KTUA, Kasipa dan KPPN tetap akan berdiri dan berjalan. Bahkan mereka akan lebih bersyukur karena anak anak mereka mempunyai kesempatan untuk melamar kerja di depkeu ( DJA / DJPBN). Karena untuk kuliah di STAN/Prodip yang berada dipulau Jawa, mereka merasa minder karena ketakutan akan kota besar dan biaya yang belum tentu tersedia. Saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan seseorang ataupun golongan tertentu, saya hanya ingin mengucapkan (kalau boleh bernasihat) bahwa janganlah kita merasa "paling lebih" dibandingkan orang lain. Takutnya nanti kita jadi takabur. Maaf kalau ada yang tersinggung, karena saya tidak ingin menyakiti ataupun menyinggung hati siapapun. 131ex039 ----- Original Message ----- From: "shaka_82" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, September 28, 2007 12:44 AM Subject: [Forum Prima] Re: SEBUAH ALERGI YANG BERNAMA PRODIP betul bro hidup prodip di daerah sapa lagi yang jadi andalan kalo bukan anak prodip makanya jangan semau mau deh ama prodip kualat ntar, ini hasil dari pengalaman ya kalo qt didaerah cuti aja gak boleh lama2 takut keteteran kerjaan nya betul kagak??????hidup prodip --- In [email protected], "tyoblack" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sedih sekali mendengar beritanya gagal rekan2 yang telah lulus USM D3 > Khusus dan D4 menjejakkan kakinya kembali ke jurangmangu.... > > Tampaknya pelarangan mengikutu D3 khusus dan D4 patut diwaspadai akan > menjadi penyakit menahun.. Kenapa D3 dan D4 dianggap sebuah alergi??
