Assalamu ’alaikum Wr. Wb.

Eyang setuju dengan pemikiran Ikyusan. Mustinya apa-apa 
yang sudah/pernah dijarah dan saat ini berujud sgala macam 
asset disetor kembali ke negara. Sulitnya, usul agar 
pembuktian terbalik digunakan sebagai alat penyidikan 
kasus pidana korupsi, sampai saat ini tidak pernah 
kesampaian. Lagi pula, masyarakat juga cenderung mengukur 
sukses seseorang dari seberapa banyak ybs mampu memamerkan 
asset-asset  yang dimiliki. Itu eyang rasakan sendiri. Ada 
sepupu yang sama-sama masuk Dep. Keuangan sejak 1974 / 
1975. Dia pake ijasah SMP dan ditempatkan di DJBC. 
Perjalanan waktu, dia sukses dari sisi finansial walau 
sampai saat ini masih PNS Gol. II. Di lingkup keluarga dia 
dianggap lebih sukses daripada eyang yang sempat jadi PNS 
Gol IV. Mengapa begitu? Eyang masih setia jadi kontraktor 
(eh.. jadi malu..) sementara dia sudah mbangun istana di 
sekitar Condet. Nah, kalo arisan keluarga, menurut Ikyusan 
enak dimana?
Contoh lainnya. Pernah dengar cerita tentang staff salah 
satu KPPN lingkup Kanwil Makassar yang kemana aja dikawal? 
Orang-orang di wilayah setempat segan kepadanya karena dia 
adik seorang ‘tersangka’, eh salah, ‘terpandang’ (pilih 
sendiri deh mana yang benar). Bisa anda bayangkan arah 
lanjutannya?
Oh ya, soal setia jadi kontraktor itu juga cuma gaya aja. 
Eyang punya rumah RS T36 di Cikupa, Tangerang. Tapi karena 
jauh buanget dari kantor eyang putri, terpaksa rumah 
tersebut kosong. Waktu masih banyak pabrik sepatu, pernah 
laku dikontrakkan. Sekarang gak ada lagi yang noleh. 
Intinya, eyang gak tega eyang putri berdesak-desakan di 
angkot puagi-puagi sekali untuk ke kantor sedangkan eyang 
enak-enakan pake mobil dinas di Kendari yang tidak kenal 
jalan macet.
Kembali ke topik kita, untuk cari tokoh spt Umar Bin 
Khatab memang tidak gampang walau sdh pake test integritas 
oleh pihak ketiga. Soal yang lulus test, baik tahap-1 
maupun tahap-tahap slanjutnya, sekilas emang ada yang 
pernah jadi kapal keruk. Tapi itu dulu, kan? Kita doakan 
aja, mudah2an dengan lulus seleksi pake test psikometrik 
segala, mereka-mereka jadi Aparat Yang Berperilaku spt 
Umar Bin Khatab. Amin

Wassalam,


Eyang Kakung

On Fri, 28 Sep 2007 07:37:43 -0000
  "ikyusan hidayat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wa alaikumsalam wr. wb.
> 
> Subhanallah......
> terimakasih atas kelapangan hati dan k'terbukaan bapak 
>yg satu 
> ini....(Eyang Kakung Bagus....)
> 
> gA LolOs tEs KPPN pErCoNtOhAN bOsS.......?????
> gimana ya... sy dengar (g05ip) mereka yg lolos tes itu 
>jg, ada  
> yg "pUkAT hAriMaU" lho... 
> b'Ner ga siyh bOsS...???
> jD bOsS ga usah berkecil hati donk.... ;;)
> 
> Kalo seseorang dah menyadari kesalahannya...dan bertekad 
>melakukan 
> perubahan atas perilaku, sikap dan orientasi dalam 
>bekerja ke arah 
> yg baik.... insyaalloh Alloh meridhoi niat orang itu 
>bOsS.....
> 
> Seperti Umar ibnu Khatab ra. setelah bertaubat... ia 
>bahkan menjadi 
> pilar utama penegak kebenaran.....
> semoga akan banyak eyang lain yg mau mengikuti jejak 
>bOsS...
> soalnya masih ada eyang yg lagi ber-kamuflase tuh.... :D
> 
> bY ThE wAy, sy mo Tanya niyh bOsS......
> harta yG udah di kumpulin dari bocoran APBN, baik yg 
>langsung maupun 
> yg sub'hat.... gimana ya balikin nya ke negara 
>bOsS....... 
> Apa ga usah dibalikin aja ya bOsS....??? he..4x soalnya 
>dah jadi 
> rumah... perabotan rumah.... HP....mobil....sapi...kebun 
> sawit....kebun karet.... wah banyak lagi niyh bOsS....
> 
> oia, ralat niyh... sy squad sarjana Eyang...... 
> 
> 
> salam hormat.......
> 
> 
> 
> 
> "bagus konstituante"  wrote:
> 
> Assalamu alaikum Wr.Wb.
> 
> Buat rekan-rekan milis, khususnya Ikyusan Hidayat :
> Ikyusan benar 100% soal kamuflase tersebut. Iman eyang – 
> sudah eyang akui di milis – masih belum stabil dan salah 
> satu buktinya gagal test untuk mengisi jabatan di KPPN 
> Prima. Eyang memang bukan orang yang bersih.Sdh rahasia 
> umum, 1 kebaikan eyang, 1000 keburukannya. Juga, yang 
> layak dipuja dan dipuji itu hanya Sang Khaliq. Kita kan 
> 'kholaqa', sebatas 'yang dicipta', siap jalani qadha dan 
> qadar dengan istiqomah. Soal teman, kebetulan memang 
> banyak, tapi umumnya mereka tidak sejahat eyang.
> Kalau soal tulisan eyang di forum sebetulnya tidak 
>terlalu 
> dalam. Itu hanya opini eyang setelah melihat, mengalami 
> dan merasakan perjalanan mutasi era DJPBN. Misalnya : 
>ada 
> teman yang mutasi ke Monas akhir 2004, satu SK dgn 
>mutasi 
> eyang ke Jyp dan sampai hari ini dia bergeming saja 
>tidak 
> dari kursinya. Padahal eyang sempat 1x lagi mutasi. 
> Setelah 2 tahun 3 bulan di Jayapura (terasa lama 
> buangeet), Pebruari lalu kena mutasi ke Kendari. Ada 
>lagi 

========================================================================================
"Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod dan HP 
Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap minggunya dengan 
mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
========================================================================================

Kirim email ke