Saya kira remunerasi tidak akan memberikan efek apa2 bagi mereka yang "sudah
dari sononya" bermental "buruk" baik dalam kinerja maupun dalam KKN. Hal ini
berlaku untuk pejabat maupun pelaksana.
Sudah banyak contohnya seperti di KPK, KY, dan sebagainya. Mereka yang
tertangkap tangan ternyata adalah "orang lama" bekas pejabat or pelaksana dari
instansi lama yang telah terbiasa melakukan hal2 "buruk" dan mungkin tidak akan
pernah jera ataupun berhenti mencari "peluang" demi keuntungan diri
sendiri/kelompoknya.
Tinggal kini yang harus dilakukan adalah punishment yang keras kepada mereka
yang nakal. Pertanyaannya sekarang adalah: Mampukah dan Maukah kita melaporkan,
memeriksa, dan menghukum sesuai dengan kewenangan masing2? Terutama mereka yang
pernah ada hubungannya dengan kita baik pertemanan, kongkow, sohib, pernah
serumah bahkan saudara sekalipun??? Saya yakin kita semua sudah punya "big
picture" tentang orang2 disekeliling kita yang bermental seperti itu.
Bila kita sendiri yang punya "mental" seperti itu, maka sudah saatnya untuk
BERTOBAT!!!
Setelah bertobat, mari kita berusaha terus memperbaiki diri sendiri sambil
pelan2 berusaha membersihkan lingkungan sekitar kita.
Yang perlu diingat adalah kita ini adalah PEMBANTU/PELAYAN RAKYAT, maka sudah
seharusnya kita mempunyai mental layaknya PEMBANTU/PELAYAN (dalam arti positif)
bila menghadapi MAJIKAN (rakyat yang kita layani).
Yang lebih krusial, karena budaya feodal masih kuat tertanam di kalangan
DJPBN, maka peran utama ada ditangan mereka yang memiliki amanah memegang
otorisasi/jabatan untuk memanage lingkungan dan anak buah yang menjadi tanggung
jawabnya. Bukannya malah memanfaatkannya untuk kepentingan
pribadi/keluarga/kelompok "seperti dulu".
sekarang terserah kita semua,
apakah kita "MASIH SEPERTI YANG DULU???" (konotasi negatif)
"yang hampir pesimis:("
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
[Non-text portions of this message have been removed]