--- In [email protected], "anzpurs" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >setau saya pesangon rumah hanya diberikan sekali saja..jadi ya itulah 'ketimpangan' yang luar biasa...bagi kami yg pelaksana ini.. alhamdulillah sih yg masih bs dapet rmh dinas u rame2, yg harus kontrak k kan betapa beratnya...
saya kira ini salah satu yg sangat perlu diselesaikan oleh bp/ibu pejabat pengambil keputusan mutasi...sudahkah pegawai yg dimutasi sudah 'dimanusiakan' sesuai kodratnya dan hak dasarnya yg layak?? saya tidak bermaksud 'menggerutu' tp mencoba bersama2 mencari solusi yg win-win lah akhirnya, selamat menikmati TKPKN baru, bagi kita yg jauh..ya itung2 ga harus 'ngutang' untuk pulang kampung... jng tanya yg pada d kampung sendiri...biarkan mereka membangun rumah mewah, meskipun kita hnya bisa silaturahmi...tak perlu iri hati kan?? smoga kita jd orang yg bisa bersyukur... salam perubahan...menuju indonesia adil dan bermartabat... sry-pbun > Hallo teman...semua > > Mungkin teman semua kalo baca SK mutasinya ada kalimat "akan diberikan > pesangon rumah" yang tidak di jelaskan untuk tahun pertama saja, atau > tiap tahun....mohon penjelasan teman2 yang paham aturannya....yang > jelas bagi pegawai yang dimutasi terutama yang di daerah yang harga > sewa rumah mahal sangat membebani...ada teman yang hampir 8 tahun blm > di mutasi padahal tiap tahun harus sewa kira2 5 juta pertahun.....40 > juta hilang untuk sewa rumah tanpa konpensasi apapun? > > > tq >
