Banyaknya Pro-Kontra tentang boleh tidaknya Suami-Isteri sekantor. Menurut pendapat saya, kita tidak bisa meanggapi hal tersebut dalam lingkup yang kecil. Coba kalau kita telaah dengan cakupan yang lebih luas, mungkin dalam bahasa Ilmu Ekonominya...kita jangan hanya lihat sisi Ekonomi Mikro, tapi kita juga harus pertimbangkan Ekonomi Makronya. Mungkin diantara teman-teman ada yang ingat tentang Fungsi Anggaran Negara, salah satunya adalah Fungsi Alokasi dan Distribusi. Negara punya kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya, bukan hanya para aparaturnya juga bukan hanya ingin membahagiakan keluarga PNS, tapi juga ingin membahagiakan seluruh Rakyat Indonesia..
Kita lihat TV, Baca koran banyak pengangguran dimana-mana, rakyat miskin entah sudah berapa juta jiwa. Sekian banyak pengangguran dan kemiskinan yang menjadi PR Pemerintah untuk disejahterakan. Kebijakan yang diberlakukan oleh Kabag Kepegwaian, saya kira bukan merupakan kebijakan murni DJPB, melainkan kepanjangan tangan dari kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk memperluas kesempatan kerja dan pemerataan penghasilan. Maaf....bukan berarti kebijakan DJPB tersebut menyuruh salah satu harus keluar dari PNS atau melarang Pegawai DJPB untuk menikah dengan PNS (spt..yg dibilang salah satu miliser). Pemerintah atau Negara tidak pernah melarang warganya bekerja di bidang apapun demikian juga Negara tidak pernah melarang menikah dengan siapapun. Mungkin ada benarnya juga kalau hidup memang harus memilih, segala sesuatu yang kita lakukan itu harus ada konsekuensinya. Sama halnya kalau kita menikah dengan sesama PNS, maka tidak ada salahnya kalau Pemerintah membuat peraturan agar salah satu harus mundur dari PNS, demi kepentingan Pemerintah yang lebih luas. Saya kira kebijakan tersebut perlu diterapkan pada seluruh PNS. Kita jangan hanya melihat kepentingan pribadi, tetapi tidak peka terhadap kepentingan yang lebih luas. Banyak kepentingan Pribadi yang harus dikalahkan karena kepentingan Umum. Contoh simpel saja, begini: Hari Minggu disuruh Pak RT untuk kerja Bakti, padahal hari itu kita sudah merencanakan untuk rekreasi dengan keluarga... Demikian penjelasan dari saya, Maaf jika ada kata yang kurang berkenan, maaf juga Bu Kabag Kepegawaian kalau saya terlalu lancang memberi jawaban. Terima kasih. ----- Pesan Asli ---- Dari: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 23 Oktober, 2007 9:30:21 Topik: RE: [Forum Prima] Re: Suami-istri Tak Boleh Sekantor Lagi? Yth. Para Anggota Prima List Saya sangat tertarik dengan kabar (burung?) kebijakan kepegawaian yang tidak memperbolehkan pasangan suami istri yang keduanya pegawai Ditjen Pbn di tempatkan dalam kantor yang sama. Kabarnya kebijakan tersebut untuk kepentingan organisasi dan erat kaitannya dengan system seleksi untuk penempatan, yang kedepannya akan diterapkan tidak hanya untuk mengisi formasi KPPN-P. Menurut hemat saya, hal tersebut baik. Namun, jangan hanya berdasarkan pada kepentingan organisasi semata. Tetap harus dipikirkan keadaan keluarga pegawai yang akan dimutasi. Dengan adanya mutasi dan kebijakan tersebut, agar tetap diusahakan agar suami-istri tsb masih bisa sering ngumpul. Misalnya penempatan dalam kantor yang berbeda yang masih dalam kota yang sama. Atau kalau tidak mungkin, maksimal dalam kota yang berbeda yang masih satu propinsi dengan jarak tempuh kurang dari 2 jam perjalanan darat. Perlu dipikirkan bahwa kekuatan negara kita, tidak lain ditopang oleh kekuatan keluarga. Ditjen PBN juga sebaiknya juga mendukung untuk menciptakan keluarga-keluarga yang bahagia dan kuat dengan juga memikirkan nasib keluarga pegawainya akibat kebijakan mutasi. Memang ada perkecualian. Misalnya sang suami atau istri masing-masing ingin mengembangkan karier, ya ngak apa apa yang satu di Medan sementara yang satunya di Jayapura. Hidup adalah pilihan, karier atau keluarga? Mudah2an semuanya dapat optimal. Akhirnya saya garisbawahi lagi usul saya, apapun kebijakan mutasi (temasuk promosi) pegawai tetap harus dipirkan implikasinya pada keluarga pegawai (mudah2 an usul tsb tidak terlalu klise/basi) Best regards Amb [Non-text portions of this message have been removed] ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
