Sik...sik...sik...
Mas mas... aku yang bodho, suratnya itu yang salah ketik, atau... gimana to
ini?
grade 8-9 kok angkanya buwesar2 gitu, mereka tabelnya dari hongkong ya?
Welhah.... itupun dah protes, trus yang lainnya seperti apa ya?
Ck.... ck... ck....
Mbok jangan gitu dong mas.
Jangan bercanda ah...!
On 10/24/07, amirsyahya < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Forward dari milis sebelah untuk mengutarakan kebenaran.
> Ada yang tertarik mengikuti jejaknya??? Atau memang tidak akan ada
> gunanya lagi????
>
> GRADING..... OH GRADING...
>
> PENGANTAR:
>
> Bapak/Ibu para pimpinan Direktorat Jenderal Pajak yang sangat saya
> hormati, perkenankanlah saya menyampaikan uneg-uneg mengenai kisruh
> grading/ penilaian yang diterapkan di Direktorat Keberatan dan
> Banding, yang hanya terjadi di Direktorat ini saja (banyak pegawai yg
> di grade pada grade terendah, bahkan minus), jika Bapak/Ibu kurang
> percaya, silakan ditanyakan ke bagian keuangan dimana slip take home
> pay (THP) merupakan bukti tertulisnya, namun kegelisahan sudah kami
> rasakan sejak SK grading ini keluar (1 bulan yang lalu), mungkin
> Bapak/Ibu sudah mendengarnya ya.. bahkan beberapa Direktorat tidak
> mau
> mengeluarkan SK grading ini karena takut kisruh seperti di Dit.
> Keberatan & Banding, ya khan?
>
> Dalam surat ini ada beberapa bagian yang harus saya jelaskan, dimana
> antara satu bagian dengan bagian lainnya adalah saling terkait, dan
> saya juga telah menghimbau kepada teman-teman yang merasa
> diperlakukan
> tidak adil untuk membuat surat serupa dengan surat yang saya buat
> ini,
> tentunya dari sudut pandang mereka masing-masing, namun mereka mau
> membuat atau tidak saya tidak memaksa, karena saya memahami perasaan
> mereka: mungkin TAKUT akibat surat terbuka ini menyebabkan kerugian
> pada mereka (maklum.. mereka khan laki-laki & mereka adalah kepala
> rumah tangga), sedangkan saya adalah seorang istri yang bersuamikan
> Kasi di Direktorat Moneter Bank Indonesia (ex pegawai DJP selama 5
> tahun), sehingga jika terjadi sesuatu yang buruk kepada saya akibat
> surat terbuka ini (mungkin dikeluarkan dari DJP??) karena Bapak/Ibu
> kurang berkenan, insya Allah masih ada rezeki dari tempat lainnya,
> Amin..
>
> Jadi saya bisa dibilang di sini saya mewakili aspirasi teman-teman
> untuk menyampaikan hal ini kepada Bapak/Ibu di LUAR Dit. Keberatan
> dan
> Banding karena upaya kami membela diri di sini sudah amat kecil
> kemungkinannya, karena kami menyadari mungkin Bapak Direktur kami
> mendapatkan input yang salah dari orang yang salah, kalau ga salah
> istilahnya: Garbage In Garbage Out yah??, maaf kalau salah ketik..
> maklum saya khan bukan siapa-siapa tetapi bukan berarti bisa di
> apa-apakan.
>
> Oya, satu lagi dalam penilaian di DJP apakah tidak dipakai cara
> konfirmasi? Maksud saya seperti istilah kedokteran itu lho..: Second
> Opinion? Alias mengklarifikasi alias Tabayyun (dalam ajaran Islam),
> maaf kalau salah ketik lagi.. bukan lulusan luar negeri sih..
>
> Perasaan saya dalam masalah grading ini: seperti kita membuka kupon
> undian: UPS!... maaf anda belum beruntung, cobalah peruntungan anda
> dalam grading selanjutnya. ..
>
> BAGIAN I: DAFTAR RIWAYAT PERKERJAAN
>
> Tahun 1993 lulus D III STAN spesialisasi Akuntansi
> Tahun 1993 1994 Fungsional Pemeriksa Pajak di Kanwil Khusus (dulu
> Kw VI)
> Tahun 1994 1995 Fungsional Pemeriksa Pajak di Karikpa Khusus Dua
> (sekantor dengan suami, Much. Agung Hastowo)
> Tahun 1995 1996 Struktural Pelaksana di Dit. Organta
> Tahun 1996 1999 kuliah D IV STAN s.d. skripsi bab II (tidak selesai
> karena
> mengikuti suami penempatan I di BI di Kantor BI Kediri &
> mempunyai anak ke 2 yang bermasalah dgn kesehatannya)
> Tahun 2000 2002 Pelaksana di KPP Kediri
> Tahun 2002 Koordinator Pelaksana di KPPBB Kediri (reorg DJP)
> Tahun 2002 2006 Pelaksana di Subdit Pengurangan, Keberatan &
> Banding
> Di Direktorat PBB dan BPHTB KP DJP (permintaan ikut suami mutasi ke
> Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta
> Tahun 2007 sekarang:
>
> (1) Pelaksana pd subdit Banding Gugatan Wil. Jakarta (Januari 2007
> s.d. April 2007, menghadiri beberapa sidang di Pengadilan Pajak),
> dengan track record baik (bisa ditanyakan kepada Bapak Bambang
> Setijono dan Bapak Christijanto Wahju P (Kasi BG Jakarta I dan
> Jakarta II)
>
> (2) Mei 2007 sd sekarang: Pelaksana TU subdit Pengurangan &
> Kebtn/Pengkeb (dipindah dgn ND Direktur dgn alasan dibutuhkan untuk
> memperbaiki administrasi yang sebelumnya kacau, atas rekomendasi Ibu
> Eva Junita (Kasubbag TU). Mengenai track record saya yang sekarang
> bisa ditanyakan pada Bapak Kasubdit Pengkeb (Bp. Johnny Tobing
> beliau tidak dilibatkan dalam penilaian pegawai dengan alasan orang
> baru (masuk subdit pengkeb Juli 2007), dan menurut beliau saya adalah
> anak buah beliau (tidak termasuk sbg pegawai subbag TU)
>
> Sejak tahun 1993 s.d. 2007 (14 tahun masa kerja): Saya tidak pernah
> dihukum disiplin, tidak pernah korupsi meski banyak peluang di
> Karikpa, tidak pernah merugikan pegawai lain dan tidak ada potongan
> THP akibat absensi (bahkan ketika saya mengalami keguguran di bln
> Februari 2007 pun saya mengajukan cuti tahunan, alias tidak bolos
> lho.. padahal sistem absensi jari tangan masih kacau balau)
>
> Kejadian tragis buat saya di bulan Oktober 2007: Take Home Pay saya
> dipotong Rp 3.300.000,00 (penurunan THP per bulan plus pengembalian
> THP bulan Juli), dan ini rekor pemotongan terbesar meliputi Kantor
> Pusat dan Kanwil (bener khan Bapak Kabag Keuangan??), dan sekali
> lagi:
> hanya terjadi di Direktorat Keberatan & Banding
>
> BAGIAN II: DASAR HUKUM GRADING:
>
> SE-463/SJ/2007 hal: Petunjuk Pengangkatan Dalam Jabatan Sesuai Dengan
> Peringkat Jabatan, point (4): Pengangkatan pegawai pelaksana dalam
> jabatan sesuai dengan peringkat jabatan dilakukan dengan mengacu pada
> KOMPETENSI jabatan yang sesuai dan PEKERJAAN yang diberikan oleh
> atasannya, serta memperhatikan PANGKAT pegawai ybs. Dalam contoh 2:
> Amir, pelaksana III/a, SMU, ditempatkan di suatu seksi di KP DJP.
> Dalam bekerja ybs prestasinya kurang baik. Sesuai dgn kemampuannya,
> pekerjaan yang diberikan dan dapat dikerjakan adalah mengurus rumah
> tangga direktorat. Dalam peringkat jabatan, jabatan yang dapat
> diberikan kpd Amir bisa meliputi 3 kemungkinan: Penelaah Bahan
> Telaahan Tk. II (IIIa-IIIc) atau Pemroses Bahan Telaahan Tk. I
> (IId-IIIb) atau Pemroses Bahan Telaahan Tk. II (IIc-IIIa). Karena
> kompetensinya atau prestasinya kurang baik, maka Amir harus diangkat
> dalam jabatan Pemroses Bahan Telaahan Tk. II (IIc-IIIa).
>
> Nah.... di posisi Amir ini lah saya berada....Pertanyaa nnya: UKURAN
> APA BUAT SAYA DI GRADE 8 ??? Kasubdit saya, Bp Johnny tidak bisa
> menjawab karena beliau tidak dilibatkan sama sekali dalam penilaian
> ini. Kalau alasannya Bp Johnny adalah kasubdit baru, mengapa tidak
> ditanyakan kompetensi saya pada para mantan Kasi saya di subdit
> Banding Gugatan Wilayah Jakarta (Bp. Bambang Setijono & Bp. Chris)?
>
> Saya benar-benar tidak mengira ada di grade 8, cukup 9 tidak apa-apa
> buat saya meski THP saya turun juga (mungkin sekitar Rp 50.000 sd Rp
> 200.000), dan buat saya di grade 8 itu merupakan HUKUMAN tanpa
> melakukan kesalahan apapun. Toh dasar-dasar hukum yang telah dibuat
> kelihatannya amat sangat fleksibel dan masuk akal. Jadi letak
> kesalahannya mungkin adalah pada: orang yg menilai??
>
> SR-16/PJ/2007 hal: Peringkat Jabatan Para Pegawai Pelaksana
> SR-17/PJ/2007 hal: Penilaian Kinerja Para Pejabat Struktural dan
> Fungsional di
> Lingkungan DJP. Point: Penilaian dilakukan secara obyektif
> sehingga dapat menggambarkan kinerja pegawai yang
> sesungguhnya dan atasan pemberi nilai bertanggung jwab
> penuh atas penilaian tersebut. Pertanyaannya: apakah bisa
> Obyektif jika yang menilai adalah bukan atasan langsung,
> jadi siapa yang bertanggung jwb atas penilaian kinerja saya?
> S-455/PJ.01/ 2007 hal: Petunjuk lebih Lanjut atas SR-16/PJ/2007
> SE-36/PJ/2007 tentang Penegasan Dlm Rangka Tindak Lanjut SE-
> 463/PJ/2007
> Tgl 9 Juli 2007 hal Petunjuk Pengangkatan
> Pelaksana Dalam
> Jabatan Sesuai dengan Peringkat Jabatan
> UU BOSS: Pasal (1) Boss tidak pernah salah, Pasal (2) Kalau Boss
> salah, lihat
> Lagi Pasal (1)... UPS!...terlanjur diketik...maaf. .
>
> BAGIAN III : STRUKTUR ORGANISASI DIT. KEBERATAN DAN BANDING
>
> Dit. Keberatan Banding terdiri dari 4 Sub Direktorat (sesuai dgn
> posisi ruangan dari kanan ke kiri):
> (1) Subdit Pengurangan Keberatan (Pengkeb), Kasubdit: Bp. Johnny
> Tobing (Kasubdit baru per Juli 2007 menggantikan Bp. Marjanto)
> (2) Subdit Banding Gugatan Wilayah Luar Jakarta, Kasubdit: Ibu Dwi
> Astuti
> (3) Subdit Banding Gugatan Wilayah Jakarta, Kasubdit: Ibu Marudur
> Sitanggang (Kasubdit baru per Juli 2007 menggantikan Bp. Freddy)
> (4) Subdit Peninjauan Kembali & Evaluasi (PKE), Kasubdit: Ibu Erma
> Sulistyarini, S.H., M.A. beliaulah yang menilai SEMUA Pelaksana di
> DIREKTORAT KEBERATAN & BANDING, tanpa masukan dari Kasubdit lain
> maupun dari Kasi-Kasi lainnya (di sini ada 12 orang Kasi), padahal
> yang paling paham pelaksana adalah Kasinya.. ya khan Bapak/Ibu??
> Kecuali satu orang Kasi dari Subdit Pengkeb, yaitu Bapak Agus
> Budiono,
> S.E., Ak., M.Ec (Kasi Pengkeb II, pd saat penilaian berlangsung juga
> menjabat sebagai Pjs Kasubbag TU), yang merupakan teman akrab sekali
> Ibu Erma Sulisyarini. Maaf, Bapak/ Ibu apakah cara menilai di luar
> negeri seperti ini ya? Menilai suka-suka tanpa menanyakan kepada yang
> memang berhak menilai, pertanyaan ini juga saya ajukan kepada suami
> saya yang lulusan S2 Melbourne University majoring in Applied Finance
> dan termasuk sebagai lulusan terbaik. Atau memang sekarang memang
> zamannya memakai standar Amerika: Standar Ganda ??? Atau 'Standar
> Ganda' disamakan dengan istilah 'Second Opinion'?? Duh.. jadi tambah
> pusing nih untuk otak ukuran lulusan DIII...
>
> BAGIAN IV: KRONOLOGIS KISRUH GRADING
>
> Begini ceritanya.. Bapak/Ibu..:
> Bu Eva (kasubbag TU) sedang menjalani cuti melahirkan pd saat
> penilaian dilakukan, beliau sama sekali tidak dimintai masukan
> tentang
> penilaian ini (padahal sekarang khan era informasi ya? Bisa khan
> ditanya via telepon, sms, google talk, skype, atau disuruh datang ke
> Kantor Pusat..
>
> Keadaan umum grading di tiap subdit:
>
> Subdit Pengkeb: Disinilah grading paling parah terjadi:
> Gol. IIIb (Penelaah Keberatan) digrade 8 (harusnya min. 9) sejumlah:
> 2
> orang (meski akhirnya bisa diralat, tapi apa waktu grading itu dibuat
> tidak dilihat dulu dasar hukumnya?), yang digrade tertinggi di
> gol.nya
> hanya 2 orang.. Padahal pekerjaan di sini amat berat (dikejar jatuh
> tempo dan harus gelar perkara yg bisa saja diadakan malam hari).
> Selebihnya: digrade tengah2, sampai2 mereka teriak: "Aku kurang
> gimana
> lagi sih? Berangkat pagi banget, pulang malem banget, ternyata hanya
> segitu aja" saya jawab aja: "harus kamu tambahin nyapu & ngepel
> lantai
> 10 dulu barangkali"
> Gol. IIIa (Penelaah Keberatan) digrade 8 (terendah) sejumlah: 3 orang
> Gol. IIIa (Pelaksana) digrade 8 (terendah) sejumlah: 1 orang
> Gol. IIIb (Pelaksana) digrade 9 (terendah) sejumlah: 1 orang
>
> Subbag TU: 2 orang di grade terendah (Suyanti/Sekretaris Direktur &
> Andi), akhirnya bisa diralat tapi dengan konsekuensi Suyanti harus
> melepas jabatan sekretaris (dgn alasan grade sekretaris mentok di 8),
> padahal Suyanti harus mengedit lagi hasil pekerjaan Penelaah
> Keberatan
> sebelum masuk ke Direktur, dan padahal lagi di Direktorat lain
> sekretaris bisa di grade lebih dari 8?? Oiya, ralat ini pun tidak
> diperoleh dengan mudah.. istilah sastranya adalah: 'dengan berlinang
> air mata'
>
> Subdit Banding Gugatan Jakarta: digrade tengah2 dan tinggi di
> gol.nya.
> Tapi di sini ada juga yang merasa: apa salah saya dan apa bedanya
> saya
> dengan X?
>
> Subdit Banding Gugatan Luar Jakarta: digrade tengah2 dan tinggi di
> gol.nya (Bu Dwi juga tidak puas karena tidak dilibatkan dalam
> penilaian anak buahnya oleh Bu Erma). Salah seorang pelaksana
> (Yohanes): "saya lulusan DIV digrade tengah2, padahal yang start.nya
> sama dengan saya di Dit. Keberatan Banding & sama2 lulusan DIV juga
> di
> grade tertinggi di golongannya, salah saya apa?" Seorang pelaksana
> yang lain (Lusi, gol. IIIb, di grade tengah2, asal: keberatan PPN)
> juga menyatakan hal yang senada.
>
> Subdit PKE (bu Erma): Grade Tertinggi semua kecuali 2 orang:
> Fitriyana
> (dengan alasan mantan orang PBB, telah dikonfirmasi oleh Bp Yurnalis,
> kasinya Fitriyana), Fitri beban pekerjaannya berat sampai harus
> dibawa
> pulang dan dibantu oleh suaminya, dan Heru Sumanto (dengan alasan dia
> pegawai baru di sini, dan Heru membela dirinya bahwa dia adalah
> lulusan S2 luar negeri dan telah berpengalaman dalam bekerja/
> beberapa
> kali pernah menjadi korlak). Trus....Ada apa dengan PBB? Memangnya
> saya atau Fitri yang membuat organisasi PBB?? Kalau alasannya karena
> kita "tidak All Taxes seh" Siapa sih yang sudah menangani All Taxes
> di
> tempat ini sebelumnya? Paling hanya mantan AR di tempat yang lama
> yang
> sekarang di Penelaah Keberatan, itupun paling hanya 2 orang.. Apakah
> Bu Erma dan Bpk Agus Budiono tahu (tidak mau tahu) bahwa kita saling
> membantu dan harus belajar dalam waktu yang amat singkat untuk
> menguasai semuanya?? Yang dari PPN harus belajar PPh dan PBB, yang
> dari PPh harus belajar PPN dan PBB, dan yang PBB harus belajar PPh
> dan
> PPN.
>
> Jika sifat sombong diperbolehkan oleh Tuhan, menurut saya yang lebih
> berhak sombong adalah orang PBB, karena IT dan basis data mereka
> jauh..jauh.. jauh lebih unggul dibandingkan dengan orang Pajak, dan
> yang tidak kalah menakjubkan adalah: sistem pengolahan data/ IT
> dibuat
> oleh SDM dari mereka sendiri, bukan dengan cara membayar konsultan
> seperti yang telah kita--orang pajak--lakukan.
>
> Intinya: kami merasa diperlakukan tidak adil.. itu saja..
>
> Sebagai perbandingan: di PKP, seluruh pelaksana di grade tertinggi di
> golongannnya, di KITSDA: seluruh pelaksana di grade di tengah2, dan
> di
> Direktorat lainnya rata2 pelaksana di grade tertinggi di golongannya,
> jadi tidak ada yg di grade yg terendah, termasuk di Kanwil2. Jadi...
> kejadian nyata hanya ada di Direktorat Keberatan &
> Banding...Direktora t yg berat pekerjaannya. .. tragis..
> Coba tolong Bapak/ Ibu untuk menjelaskan pada kami, dimana letak
> penilaian yang obyektif itu.. barangkali kami yang terlalu bodoh?
> Atau
> para pimpinan yang tidak peduli?.. "saya kenal (teman) kamu maka kamu
> tertinggi di gol.mu, saya tidak kenal kamu (bukan teman saya) maka
> kamu terendah di gol.mu??? atau you look so handsome so......"
>
> Terbayangkah Bapak/Ibu dialog spt berikut:
>
> Dialog I:
>
> A (suami): "Maaf Ma.. sepertinya grade (baca: kualitas merk) susu
> anak
> kita harus diturunkan deh, juga bantuan untuk saudara2 kita harus di
> stop karena gara-gara grading di tempat kerja Papa"
> B (istri): "Lho kenapa Pa? Siapa si Grading itu? Kok tega sekali ya
> Pa?"
> A (suami): "???????" (baca: bingung)
>
> Dialog II:
>
> A (nasabah bank): "maaf sekali Pak, dalam jangka waktu yg tidak tau
> sampai kapan saya minta ditunda cicilan rumah saya, tolonglah Pak..
> ini akibat penurunan grading saya di tempat kerja saya sehingga
> mengakibatkan penurunan penghasilan sekitar 2,5 jutaan.."
> B (petugas bank): "Lho kok bisa? Kok ada ya penurunan penghasilan,
> saya baru nemu tuh? Kalau di tempat bekerja saya ini penurunan
> penghasilan ditentukan jika seseorang pindah ke kota yang tingkat
> inflasi nya rendah, dan sebaliknya.. Aneh sekali ya DJP itu...kok
> sadis ya..
>
> Tapi bagaimana yang kreditnya langsung dipotong BRI ya?
> Atau bagaimana bagi yang tadinya berencana membeli rumah dengan
> kredit
> bank, padahal nominal rupiah di slip gaji anjlok, padahal khan
> berpengaruh banget terhadap cicilan rumah, tapi ini masih mending
> sih.. daripada yang udah terlanjur ambil kredit...
>
> Dari dialog di atas sudah ada kejadian sesungguhnya lho.. Bapak/Ibu..
> tetapi dengan alasan menjaga harga diri beliau maka tidak saya
> sebutkan namanya (dan tragisnya meski Mbak SennyPenelaah Keberatan
> grade tertinggisudah membicarakan dengan Kasi beliau ini supaya mau
> membelanya di depan Direktur, jawabannya adalah: 'memang begitu
> adanya'.. loh?? Jangan2 dia 'pembisik' juga ya... Untuk nama Kasi
> yang
> terhormat ini tidak saya cantumkan karena tidak berkaitan dengan
> saya,
> tidak etis.. mungkin Bapak/Ibu mau menanyakan pada Mbak Senny..
> silakan saja..
>
> Berikut saya tampilkan tabel penurunan THP bagi para pegawai yang
> diberi grade terendah di golongannya:
>
> Nama/ NIP/ Gol/ Grade THP SBLM OKT 2007 THP OKT 2007 PENURUNAN THP
> Haisa Rosy
> 060081599
> Pelaksana (III/a)
> Grade: 8 Gaji........ .1.711.900
> TKPKN...6.381. 800
> 8.093.700
> potongan
> bri, dll.....1.186. 600
> 6.907.100 ............ .......1. 711.900
> ............ .......4. 740.000
> ............ .......6. 451.900
> juli........ ......1.641. 800
> pot bri, dll...1.204. 100
> 3.606.000
>
> 3.301.100
> Mohamad Nasokha
> 060081210
> Penelaah Keberatan (III/a)
> IIIb per 1/10/2007
> Grade: 8 ............ .. 1.711.900
> ............ ...7.181. 800
> ............ ...8.893. 700
> ............ ......... ......... .
> bri, dll.....1.641. 700
> 7.252.000 ............ .......1. 711.900
> ............ .......5. 487.200
> ............ .......7. 199.100
> juli........ ......1.117. 000
> pot bri, dll...1.641. 700
> 4.440.400
>
> 2.811.600
> Tosirin
> 060096467
> Penelaah Keberatan (IIIa)
> Grade: 8 ............ .. 1.527.500
> ............ ...7.129. 000
> ............ ...8.656. 500
> ............ ......... ......... .
> bri, dll......2.716. 000
> 5.940.500 ............ .......1. 527.500
> ............ .......5. 631.600
> ............ .......7. 159.100
> juli........ ......1.229. 900
> pot bri, dll...2.716. 000
> 3.213.200
>
> 2.727.300
> Iskandar Zulkarnaen
> 0600100709
> (II/d)
> Grade: 8 ............ .. 1.505.500
> ............ ...7.085. 700
> ............ ...8.591. 200
> ............ ......... ......... .
> bri, dll........835. 150
> 7.756.050 ............ .......1. 505.500
> ............ .......5. 766.000
> ............ .......7. 281.000
> juli........ ......1.309. 700
> pot bri, dll... 843.275
> 5.128.525
>
> 2.619.400
> Nursaida Manurung
> 120135520
> (III/b)
> Grade: 9 ............ .. 1.598.200
> ............ ...6.859. 800
> ............ ...8.458. 000
> ............ ......... ......... .
> bri, dll......1.386. 050
> 7.071.950 ............ .......1. 598.200
> ............ .......6. 093.700
> ............ .......7. 691.900
> juli........ ......1.360. 500
> pot bri, dll...1.616. 975
> 4.714.425
>
> 2.357.525
>
> BAGIAN IV: PENUTUP
>
> (1) UCAPAN TERIMA KASIH:
> Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada:
>
> 1. Ibu Ida Zuraida (Kasubdit Bankum PP II) yang telah bersedia
> mendengarkan curhat saya baik lisan maupun sms. Dan Ibu pasti tahu
> persis track record saya selama 5 tahun memenejeri Salwa Keputrian
> Masjid Shalahudin KP DJP (santunan pada kurang lebih 300 anak kurang
> mampu di wil Jakarta & sekitarnya, dimana Alhamdulillah dengan
> bantuan
> para kolektor di tiap lantai/ karyawati pajak juga, kami tidak pernah
> mengalami defisit meski pengeluaran per bulan sekitar Rp 17 juta)...
> NB: sekalian promosi Salwa, barangkali ada yang berminat menjadi
> donatur baru? Dengan senang hati akan kami tindak lanjuti
>
> 2. Bapak Dwi Hariadi (Kasi Perencanaan Strategis Kitsda) yang telah
> bersedia mendengarkan uneg-uneg saya, dan dari Bapak saya menjadi
> tahu
> ternyata BELUM ADA mekanisme pengajuan keberatan atas grading dan
> BELUM ADA ukuran apa/ mekanisme bagi seorang pegawai dapat meningkat/
> turun gradingnya.. .. Kesian banget deh kita...tidak ada jalan
> keluar.
> Oiya ucapan terima kasih dari suami saya untuk Bapak (seangkatan DIII
> STAN)
>
> 3. Ibu Eva (Kasubbag TU Kebtn Banding) yang telah berusaha
> mengkonfirmasi kasus saya kepada Ibu Erma dan Bapak Direktur (tanpa
> saya minta lho...)
>
> 4. Bapak Maruli (Kasi Pengkeb I) yang juga telah berusaha
> mengkonfirmasi kasus saya kepada Bapak Direktur (tanpa saya minta
> juga), juga ucapan terima kasih dari suami saya (mantan teman sekelas
> di STAN)
>
> 5. Bapak Haryoto (Kasubdit Pendataan di Dit. Ekstensifikasi) . Saya
> banyak mendapatkan ilmu mengenai PBB & BPHTB dari Bapak (sewaktu
> Bapak
> menjabat sebagai Kasi Keberatan di Dit PBB & BPHTB), pasti Bapak jadi
> dosen favorit kalau ngajar di STAN Prodip ya Pak.. Semoga Allah SWT
> membalas kebaikan Bapak dengan balasan kebaikan yang lebih baik lagi,
> Amin..
>
> 6. Bapak Bambang Setijono, Bapak Christijanto, Bapak Iswahyudi dan
> Bapak Muh. Hasim (Para Kasi di Direktorat Keberatan Banding, para
> mantan kasi saya, dan pasti saya lebih ikhlas kalau Bapak2 yang
> menilai kinerja saya)
>
> 7. Teman-teman di Direktorat Jenderal Pajak atas dukungannya kepada
> saya untuk membuat surat ini baik di Direktorat Keberatan Banding,
> Direktorat PKP, Direktorat PP I, dll, juga teman-teman di KPP dan
> Kanwil baik AR maupun PK serta teman-teman di Kanwil DJP.
>
> (2) PESAN & SARAN:
>
> 1. Kepada Bapak Rida Handanu (Kasubdit Intelijen Perpajakan): salam
> "Karikpa Khusus Dua" dari suami saya (salam hormat untuk mantan Ketua
> Tim.nya)
>
> 2. Untuk Bapak Hasan Rachmany (Direktur Ekstensifikasi) & Bapak
> Haryoto (Kasubdit Pendataan): barangkali ada lowongan buat saya di
> Direktorat Ektensifikasi (saya berminat sekali pindah ke Direktorat
> Bapak)
> 3. Untuk Bapak Sunoto (Kasubdit Peraturan PBB & BPHTB Dit PP I),
> barangkali juga berkenan menerima saya?
>
> 4. Untuk Pejabat di bagian Keuangan, ada pesan dari teman-teman di
> subdit Banding & Gugatan Wil Jakarta dan Luar Jakarta: kapan
> pencairan
> uang sidang bisa berlangsung secara 'modern'? artinya tidak perlu
> lobi-lobi khusus untuk pencairannya. .gitu loh.. kesian temen2 di
> subdit Banding, itu khan buat ongkos taksi mereka (karena tidak
> mungkin banget naek bis, krn kalo telat pasti disemprot hakim dan
> bisa
> ketinggalan sidang), dan kerjaan Banding juga berat loh (banyak PR
> dari hakim, jadi gak sekedar datang n duduk manis) dan mereka bisa
> seharian di Pengadilan Pajak (seolah-olah mereka seperti pegawai
> Pengadilan Pajak), pulang sidang sore, juga harus menyiapkan lagi
> bahan untuk sidang hari berikutnya (lembur di kantor)
>
> 5. Untuk para pejabat di Kitsda:
>  Jika sistem grading ini belum siap semua perangkatnya,
> mengapa harus
> dipaksakan untuk segera dilaksanakan? Apakah berita tentang
> kekisruhan
> di KPP-KPP di wilayah Jakarta belum sampai?
>  Juga ada titipan pesan dari teman-teman baik di Kantor
> Pusat dan
> KPP: Kitsda kok jadi seperti momok yang menakutkan yah, khususnya
> buat
> para Pelaksana, AR dan PK? Dan juga ada yang bilang gini: " Mau donk
> jadi pegawai Kitsda.., enak bisa jalan-jalan dan belanja di mall-mall
> sembari nangkepin pegawai pajak.. "
>
> 6. Kadang terlintas pikiran 'nakal'.. kalau aspirasi kami tidak
> ditindaklanjuti, apa perlu disampaikan KE LUAR Direktorat Jenderal
> Pajak ya? Pasti jadi santapan empuk media massa nih.. jadi rame dan
> seru.. atau ke lembaga-lembaga pengawasan? Buat saya masalah LINK
> bukan masalah besar, Alhamdulillah teman saya ada di mana-mana, tapi
> kasihan juga ya sama para pimpinan di sini.. gimana ya?..sekali lagi
> ini hanya pikiran 'nakal' yang kadang lewat karena saking
> geregetannya
> (padahal saya "double gardan", maksudnya berpenghasilan dobel,
> bagaimana yang para Kepala Keluarga yang hanya "single gardan" yah?
> bukan pejabat, melainkan hanya Pelaksana, AR ataupun PK.. Duh...
> jangan sampai kejadian pikiran 'nakal' saya ini kejadian ya
> Bapak/Ibu.. tolong..
>
> 7. Mungkin perlu diadakan kerja sama dengan Bapak Ary Ginanjar
> mengenai pelatihan ESQ? Supaya hati kita bisa lebih lembut dan bisa
> memahami kesulitan orang lain? WHY NOT? Silakan dimulai dari
> Bapak/Ibu
> Pimpinan DJP
> 8. Untuk Bapak Darmin yang saya hormati, pertanyaan saya: mau ke mana
> DJP ini mau dibawa? Benih-benih perpecahan sudah mulai kelihatan
> jelas. Teman-teman terutama di Kantor-Kantor Pelayanan merasa kurang
> dukungan yang memadai dari para atasan. Kalau mereka mogok khan gawat
> Pak..
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/