Selamat Pagi Bapak/Ibu para Pengambil Keputusan di Jakarta..... Dengan ini saya mengharapkan semoga bapak/ibu yang lagi bertugas di kantor pusat sudilah kiranya mendengar jeritan hati kami ini, kami sebagai pegawai yang bertugas di DJPBN tidak henti2nya berdoa semoga kami sebagai pegawai ujung tombak DJPBN diberi kekuatan untuk tetap survive dan betah dengan segala kebijaksanaan2 yang dibuat oleh Bapak/Ibu, walaupun kadang ada yang merugikan dan terima kasih yang sebesar2nya jika kebijaksanaan itu menguntungkan bagi kami dan keluarga kami. Kenapa saya katakan keluarga kami???? Kebijakan yang bapak/ibu terapkan sedikit banyak telah menyatukan atau menceraiberaikan kelurga kami, baca:mutasi. Untuk itu bapak/ibu..... demi kesejahteraan kami, demi kelangsungan hidup keluarga kami, demi ketenangan bekerja dan berkarya kami, kami mohon sudilah kiranya Bapak/Ibu mendengar jeritan hati kami, jeritan anak isteri kami.... jeritan keluarga kami yang rindu akan nasihat2, bimbingan2, belaian2, dan arahan2 bijak dari isteri atau suami kami yang jauh disana. Kami dulu emang pernah menandatangani surat siap bersedia ditempatkan dimana saja bapak/ibu,,,, tapi adakah rasa belas kasihan yang bisa kami dapatkan. kami punya keluarga Bapak/Ibu.... kami juga butuh ketenangan untuk menata keluarga kami.... itu semua demi hasil karya nyata kami di DJPBN.
Terima Kasih Bapak/Ibu. jika emang sudah mendengar jeritan hati kami. --------------------------------------------------------------------------- Menangkan Laptop, Ipod, dan HP Nokia di http://netkuis.telkom.net ---------------------------------------------------------------------------
