j.hatiku :
> yang jadi pertanyaan saya adalah dasar apa yang digunakan sebagai 
aturan
> untuk pagu gaji yang terbuka, bukankah pengadaan pegawai negeri 
sipil
> sudah direncanakan sejak awal dan pasti pagu untuk belanja pegawai
> sudah dibahas juga sebagaimana pagu untuk belanja barang dan modal,

TH :
Dasar pemikiran yang digunakan untuk gaji terbuka ya biar ga repot 
mikirnya, dan ga repot merencanakannya. Selama ini, yang susah dari 
kita kan masalah perencanaan yang bener2 dapat dilaksanakan. Sehingga 
biar gampang ngetungnya bikin aja pagu terbuka.
Sebenernya setiap personil bisa direncanakan pembayaran gajinya dalam 
setahun kok, ga repot, seperti kalo ngetung pajak. Konsekwensinya, 
kalo orang itu pindah, di samping SKPP dia juga bawa SKPA (seperti 
yang disampaikan Mas Amla). 

JH :
> hanya saja bagaimana kalo pagunya habis atau minus. 

TH :
Gampang, bisa diterbitkan SKPA dari Kantor Pusat/Departemen. Ato dari 
cadangan belanja pegawai yang 5%. Tetapi, fakta yang ada menyatakan 
kalo dalam skala nasional  belanja pegawai ga pernah minus kok. Kalo 
terpaksa minus juga, ya ambil aja dari Belanja Barangnya. Biar kapok. 
Biar tahun mendatang lebih canggih lagi perencanaannya. Untuk hal ini 
memang harus didukung dengan aturan yang baru.

Demikian, apabila salah, ya mohon tuk dimaafkan dan diberi 
pencerahan. Namanya saja sumbang pemikiran.


Kirim email ke