Birokrasi yang bobrok, korup sampai pada titik tertentu masih membutuhkan orang-orang jujur. Ada berberapa alasan, yang pertama, mereka dipelihara untuk memberi kesan seolah2 birokrasinya baik. Tak jarang kita menemui sebuah birokrasi yg buruk mempromosikan stafnya yg jujur untuk menduduki jabatan lebih tinggi. Bisa jadi ini sebagai pemanis saja, atau barangkali ini sebagai jebakan dengan maksud setelah punya jabatan si jujur tadi berubah idealismenya dalam rangka menggapai jabatan yg lebih tinggi lagi. Jebakan ini dibuat agar sang target bisa berubah mengikuti pola2 yg korup. Kalau nggak berhasil barulah karirnya di stop sampai disitu. Atau dilempar ketempat lain agar tidak ngrecoki lagi.
Tesis ini agaknya menemui jawabannya pada kasus Bpk TM di djpbn. Ybs nggak nyangka bakal dipromosikan menduduki es iii. Kalau melihat sepak terjang beliau kayaknya mustahil dalam lingk. yg bobrok bisa dipromosikan. Tapi inilah kenyataannya. Promosi tetap berlanjut. Sampai suatu saat ketika tdk bisa dijinakkan, ya akhirnya ditendang. sekian hasil penerawangan yg rada ngawur. bila ada yg salah mhn dimaafkan --- In [email protected], "mi_84213" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Hakim, Lukman " > <lukman.hakim@> wrote: > > > -----Original Message----- > Sent: Monday, October 22, 2007 5:34 PM > Subject: Kisah Seorang Pemeriksa Pajak Melawan Korupsi > > > > Kisah Seorang Pemeriksa Pajak Melawan Korupsi > > > Sebagai pegawai Departemen Keuangan, saya tidak gelisah dan tidak > kalangkabut akibat prinsip hidup korupsi.
