Kisah yang luar biasa, hal ini patut kita ambil hikmahnya,
bagaimanapun kilau dunia ini adalah cobaan bagi manusia.Di jaman
seperti ini memang orang dituntut untuk lebih berhati-hati terhadap
orang yang berkamuflase, berpura-pura baik tapi ternyata tanpa kita
sadari akan menjerumuskan kita. Seperti halnya iblis yang selalu
berusaha mengajak manusia kepada kesesatan sedikit-demi sedikit yang
akhirnya mengajak bersama-sama mendiami neraka, naudzubillah min
dalik.Budaya barat yang nota bene mempertuhankan materi telah merasuki
sendi2 kehidupan kita hingga orang yang punya harta lebih dihormati
dari orang yang gak punya, keberhasilan seseorang yang bekerja dinilai
seberapa banyak materi yang diperolehnya. 

Suatu saat pada waktu diklat, salah seorang pengajar BPPK, dulunya di
DJP, karena tidak sanggup lagi melihat situasi kantor yang tidak
sesuai dengan hati nuraninya karena begitu menjamurnya budaya suap,
ingin mengundurkan diri dari PNS tapi pada saat itu lagi krismon jadi
terpaksa ia bertahan dan akhirnya mendapat pertolongan diajak salah
seorang widyaiswara untuk menjadi pengajar di BPPK, dalam pertentangan
batin yang begitu kuat akhirnya diberi jalan keluar menjadi pengajar
dan itu sangat disyukurinya.

Salah seorang pengajar dari BPKP pernah mengatakan bahwa korupsi di
indonesia sudah mendarah daging, apabila seorang pegawai mempunyai 
kewenangan pasti akan melakukan korupsi baik sendiri maupun bersama
jadi para koruptor itu tidak malu2 lagi mmenggunakan uang korupsi
untuk menyumbang masjid bahkan itu merupakan suatu kebanggaan. 

Yang menjadi pertanyaan adalah begitu banyak korupsi yang terjadi
disekitar kita tapi nampaknya kita tidak berdaya untuk melawannya,
karena memang kita sudah mulai apatis terhadap korupsi dalam benak
saya masih berpikiran korupsilah situ yang penting saya tidak.Kalau
begini terus kapan Indonesia akan terbebas dari korupsi, karena
berapapun tingginya gaji seorang pegawai kalau mentalnya begitu memang
susah untuk berubah, apalagi sudah terbiasa hidup mewah dari hasil
korup.Yang kedua kita juga sudah apatis karena memang kita tidak tahu
harus kemana mengadukan, sementara lembaga2 anti korupsi kayaknya
setali tiga uang, sebagai pelapor tidak ada jaminan keamanan baik
hidup maupun karir. 

Mudah-mudahan dengan kenaikan tc akan merubah kita semua menjadi lebih
baik.tidak adalagi korupsi di DJPB.



--- In [email protected], emmod emmod <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Berangkat dari kisah ini, saya ingin menekankan beberapa poin:
>   1. keterpurukan dan ketertinggalan bangsa ini adalah karena
perbuatan para pemegang kebijakan dan kekuasaan (pegawai negeri) yang
tidak amanah dengan cara-cara rendahan menjual kebijakan-kebijakan
yang merugikan negara demi memuaskan keinginan/ hawa nafsu pribadi
agar dapat hidup mewah, terpandang, dikategorikan sukses dan sebagainya.
>    
>   2. Secara tidak sadar mereka juga mereka juga merendahkan diri
mereka sendiri.Merendahkan pendidikan yang mereka raih dengan bersusah
payah.Bayangkan, buat apa susah-susah kuliah di STAN, meraih SI, S2,
bahkan sampai harus jauh-jauh ditempuh di luar negeri kalau hanya
untuk jadi MALING.Preman-preman yang bergentayangan di banyak tempat
gak ada yang susah-susah S2 cuma ingin MALING.
>    
>   3. ketidaksejahteraan PNS sebenarnya diakibatkan oleh PNS itu
sendiri. Bayangkan bila birokrasi di negeri ini dilakukan secara benar
dan bertanggungjawab, sudah tentu negara akan diuntungkan dan
ujung-ujungnya pasti kesejahteraan kita (PNS) juga akan
ditingkatkan.Kekayaan alam apa sih yang tidak dimiliki negeri ini ??? 
>    
>   4. Para pejabat yang mengajak para bawahan untuk melakukan korupsi
sesungguhnya sama sekali tidak peduli dengan kesejahteraan bawahannya.
Sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah semata-mata demi memuaskan
nafsu gilanya akan duniawi.Harta yang berlimpah ruah,nama baik di mata
atasan, karir dan jabatan yang melesat dan sebagainya. mereka akan
melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.Kita
(pelaksana) hanya dimanfaatkan dengan diberi imbalan yang jauuuuuh
lebih kecil dari yang mereka dapatkan agar melakukan hal-hal yang
melanggar hukum dan melanggar kenuranian manusia.
>   5. Rezeki dari ALLAH dan hanya DIA yang berhak mengatur.Tidak ada
hubungannya dengan atasan, karir, jabatan atau apapun.Harta yang
idiperoleh dengan cara yang bukan haknya, demi ALLAH  pasti akan
mendatang mudharat.tidak di dunia, pasti di akhirat.
>    
>   BUKA MATA DAN NURANI ANDA...
>    
>   APAKAH ANDA TEGA UANG YANG ANDA BAWA PULANG JUSTRU MENJADI BAHAN
BAKAR YANG AKAN MEMBAKAR ISTERI, ANAK-ANAK DAN ORANG TUA ANDA DI
AKHIRAT KELAK. KARENA TEMPAT YANG LAYAK BAGI DAGING-DAGING YANG TUMBUH
DARI HARTA YANG HARAM ADALAH :NERAKA.Ya..ALLAH lindungi kami dari yang
demikian..
> Y,_._,___                         
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile.
Try it now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke