memang benar apa yg disampaikan oleh mr. okahok bahwa ada semacam "pemikiran yg sakit ditubuh kita ini".
dari sekian banyak comment ttg pro dan kontranya TC 50%, saya cm ingin bertanya bagi yg kontra, apakah comment yg anda2 berikan itu benar2 murni nasihat yg tulus agar para pegawai yg sedang tugas belajar bisa lebih bersyukur atau muncul karena rasa iri, cemburu atau perasaan apalah namanya yg ada dalam hati anda semua? bila itu berupa nasihat, maka sampaikanlah dengan baik tanpa pemberian cap atau label pada para pengemban tugas belajar tersebut dengan label "kurang (tidak) bersyukur", "kurang (tidak) puas", atau label lainnya yg kurang nyaman didengar.juga tanpa adanya perbandingan2 nasib antara pengemban tugas belajar dimasa lalu dengan yg ada skrg. waktu telah berlalu dan zaman telah berganti, keadaan di masa lalu pastilah beda dgn sekarang. mereka para pengemban tugas belajar lebih tahu keadaan mereka sendiri, lebih baik kita tanya mereka secara langsung, bahwa dengan adanya pemotongan TC 50% ini kesusahan macam apa yg ada pada mereka. bila memungkinkan kita diskusikan mngenai pencarian solusi yang tepat untuk TC mereka. hal ini lebih efektif daripada kita hanya sibuk menilai dan memberi label untuk mereka. marilah kita semua berfikir jernih dengan mnggunakan nurani dan nalar kita yg sehat. forum ini adalah ajang untuk diskusi, tukar fikiran, dan informasi, bukan ajang perdebatan yg tak berkesudahan, yang berpangkal namun tak berujung.
