Keseimbangan mutasi, menurut pendapat saya, konsep tersebut, insyaallah, telah menjadi perhatian pimpinan DJPBN. Namun yang perlu kita sadari, mutasi adalah konsekuensi dari pencapaian misi dan kinerja organisasi. Mutasi dilakukan sebagai akibat upaya memenuhi dan menempatkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan dan strategi organisasi. Jadi mutasi, menurut saya, harus selalu dipahami dari sudut pandang kepentingan organisasi--dengan segala prioritas, kewenangan dan keterbatasannya. namun cerita tentang mutasi....mungkin saya bisa berbagi, penempatan pertama saya di KPPN Sumbawa Besar, sungguh tidak terlupakan dan selalu saya rindukan... bermula dari keharusan....dapat SK berdua (karena istri seangkatan)...berangkat dalam keadaan istri hamil 9 bulan...jadi ditinggal dulu dikampung, 3 bulan kemudian nyusul bersama putra pertama...naik bus..nyebrang pulau tiga kali.... namun ternyata di rantau saya dapat menikmati...dan memperoleh banyak hikmah.. saya menikmati lingkungan kantor, bertemu dengan teman, sahabat dan saudara yang selalu membantu apa saja dan kapan saja...., mengenal arti komitmen dan kerja keras...serta solidaritas.. saya menikmati lingkungan di luar kantor, main bola tarkam hingga keliling NTB, makan ikan bakar di pantai, main gaple bareng-bareng.... menemukan tetangga yang menjadi seperti saudara (salah satu tetangga saya...masih momong anak saya mulai usia 3 bulan hingga sekarang -- kelas 2 SMP, menjadi lebih dari orang tua...) dari rumah dari semula ngontrak hingga bisa beli rumah meski dengan KPR... dari D-3 hingga bisa nyelesaikan S-1 (meski ujiannya harus nyebrang ke Mataram...pake motor dengan terik dan hujan) masih dapat mudik setahun sekali...(meski harus utang koperasi) sewaktu berakhir pula dengan keharusan, saya dimutasi.....(meski saat itu saya masih "kerasan"), saya hanya menyadari bahwa saya bagian dari teman-teman yang harus bergantian dengan teman-teman lain di Jawa.... yang saya ketahui kemudian, ternyata mutasi itu adalah bagian dari prioritas dan strategi organisasi (waktu itu..) untuk melakukan penyegaran sumber daya manusia... jadi pesannya : mutasi harus kita hadapi, kita nikmati, dan kita sadari sebagai konsekuensi kita sebagai bagian dari organisasi...., dan keyakinan bahwa organisasi akan mencarikan mekanisme yang terbaik untuk itu...(namun serta juga kesadaran bahwa organisasi memiliki keterbatasan...)
----- Original Message ---- From: ncimothi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, November 19, 2007 12:15:11 AM Subject: [Forum Prima] Kapankah terjadi Titik Equilibrium Kebijakan Mutasi Mas Bedes, saya salut dengan mas yang setia pada DJPB, bahkan niat pindah pun memang tidak ada. Saya pun mau kasih applause deh buat mas. (kiat2nya dunk.......karena bagaimanapun hidup jauh dari keluarga itu merupakan momok tersendiri, ataukah mas emang penempatan di kampung halaman?). Kalau bicara masalah mutasi, sebetulnya tidak menjadi momok yang berarti, karena yang membuat kita merasa jauh itu adalah tiket, bukan jarak. Seandainya untuk permasalahan harga tiket ini sudah di back up, tentu permasalahan mutasi itu tidak ada lagi, semua akan ikhlas dan berbesar hati. Contoh, penghasilan pegawai freeport yang di tempatkan di Papua dengan pgawai yang ditempatkan di Kantornya yang di Jakarta, tentu sangat jauh lebih besar yang ditempatkan Papua (asumsi jabatan dan grade sama). Penempatan yang seperti ini bukan menjadi momok bagi mereka, justru kebanggaan tersendiri. Atau seperti adik kandung saya yang bekerja di salah satu BUMN jg, dia dapat penempatan di tengah hutan untuk menjaga peralatan mesin, penghasilan dia saat bertugas di daerah sana sangat melejit, namun ketika dipindah tugas lagi ke kota, gaji kembali normal. Mungkin memang tidak bisa disamakan antara sebuah instansi pemerintah yang terikat dan yang dipisahkan seperti BUMN ini, namun paling tidak diberikanlah sedikit sebuah penghargaan. BUkan saja istilah "Pinter Goblok Penghasilan Sama", namun kini ada istilah baru lagi "Jauh Dekat Penghasilan Sama". Padahal sudah suatu fakta bahwa hidup di sebuah plosok itu tidak bisa disamakan dengan hidup di kota yang serba ada. Semoga suatu hari nanti remunerasi jg mempertimbangkan lokasi penempatan, serta harga tiket yang bersangkutan. Kira2 begini kata hati,"Katanya mau remunerasi seperti sektor swasta, kok jauh dekat masih sama aja". Kok disamain antara pegawai yang selalu di pusat dengan pegawai yang dilempar sana sini. Mungkin mereka bilang,"Kami kan para pembuat kebijakan, mengandung risiko dan menguasai hajat hidup pegawai banyak, wajar dunk". Pertanyaannya, maukah anda tukeran....? ? Mungkin mereka mau kalau sistem sudah berubah menjadi Jauh Dekat Tidak Sama. Intinya, kebijakan untuk sebuah organisasi besar seperti DJPB ini, seyogyanya dibuat SEIMBANG, dimana titik keseimbangan itu terjadi BILAMANA pertimbangan para pegawai antara penempatan/mutasi dan menetap menghasilkan perbandingan yang 50:50 (seimbang - tanpa ketimpangan atau kecenderungan pada salah satunya), artinya...seandainy a pegawai2 tersebut ada sejumlah 10.000, di suruh memilih mutasi (dilempar2) atau tidak (menetap aja di kota besar), maka hasilnya adalah cenderung 50:50. Namun saat ini yang terjadi adalah, perbandingan antara orang yang memilih mutasi atau tidak perbandingannya sungguh jauh sekali, kalau mau di survey mungkin hasilnya 95:5, Dimana 95 memilih menetap (jawa/ kota besar), dan 5 plosok/dilempar2. Lantas muncul pertanyaan 'bagaimana' cara membuat kondisi seimbang seperti itu. Jawabannya tidak lain itu sangatlah berkaitan dengan jawaban dari "kenapa kita bekerja", yah, kembali lagi ke masalah harga tiket dsb......penghasila n. Sekian dulu, bagaimana menurut teman2 mengenai titik keseimbangan mutasi ini, memang cm sekedar kamuflase, khayalan, dan hanya sebuah pendapat dari orang yang suka berandai2... . Andai kebijakan seperti ini, seperti itu. Yah, walaupun ga akan ngaruh sama sekali, paling tidak DJPB ternyata ada pegawai DJPB yang sangat suka berandai2 seperti saya ini, (halah...... .maksa bgt) Salam sukses. --- In forum-prima@ yahoogroups. com, Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > Mas Ncimothi, pertanyaan Anda cukup bagus. > Coba baca point pertama surat tersebut : > "Dalam rangka menjunjung etika birokrasi dan tertib administrasi. ......... > Pernyataan diatas adalah sebuah bentuk pengakuan atas kelemahan sistem di Kepegawaian DJPB. Sebuah kejujuran yang diungkap secara tidak langsung...Kita berikan aplaus untuk Kepegawaian. DJPB, berarti selama ini Birokrasi kita, maaf .".tidak ber-etika". Administrasi Kepegawaian kita, sekali lagi maaf....."tidak tertib". > > Banyak pegawai yang hengkang dari DJPB tanpa sepengatahuan Atasan (Kepegawaian) , sementara di lain pihak Kepegawaian tidak tranparan mengumumkan adanya kebutuhan pegawai di instansi lain,.....untuk ketiga kalinya maaf.....Siapa yang tidak ber-etika??? > > Banyak Data-data Kepegawaian yang tidak ter-Update, padahal data dari yang bersangkutan sudah dikirim ke Pusat, Akhirnya ada kasus pegawai mutasi sudah berkeluarga, SPPDnya masih dibayar bujangan. Ada pegawai yang dimutasi padahal pegawai tersebut sudah pindah instansi.... . Siapa yang tidak tertib??? > > Saya tidak akan memilih no berapapun,( karena saya memang nggak niat pindah he..he..he). Saya menilai, inilah saat yang tepat kita lakukan perubahan pada Sistem Kepegawaian kita. "Kejujuran" tentang suatu kesalahan adalah saat yang tepat bagi pimpinan DJPB untuk melakukan hal yang lebih baik. Sekali lagi Aplaus untuk Kepegawaian DJPB. > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: ncimothi <[EMAIL PROTECTED] .> > Kepada: forum-prima@ yahoogroups. com > Terkirim: Minggu, 18 November, 2007 8:05:39 > Topik: [Forum Prima] Tentang penafsiran S - 628 / 2007 ??? > > > > ............ . surat itu cenderung ke yang mana, yang pertama apa > yang kedua. Saya sih lebih menangkap pengertian yg pertama, namun > temen2 banyak yang menafsirkan bahwa itu cenderung pada pengertian > kedua, dimana kalo melamar maka siapkan dulu itu......... ... > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ ________ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo. com/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > ____________________________________________________________________________________ Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ [Non-text portions of this message have been removed]
