Sehari menjelang bulan Romadhon tepatnya sore hari sekitar pulul 18.00 wib,
kami masih ada di kantor...tiba2 salah satu temen teriak gempo(bahasa
Beng kulu) maksudnya gempa, dengan reflek dia lari keluar ruangan, sedang
aku yang belum terbiasa mengalami keadaan seperti itu hanya tercengang
sejenak sambil menatapi benda2 disekitarku pada bergoyang, temen tadi
langsung menyadarkanku dengan berteriak "Bar keluar ada gempa".
kontan saja aku langsung keluar ruangan, ternyata hal yang sama pun dialami
oleh atasanku orang Jakarta. kami langsung berlari keluar ruangan.
Di depan kantor, sambil berpegangan pagar luar kantor kami hanya bisa menatapi
gedung2 dan benda2 disekitar yang begoyang , hampir lima menit kami rasakan.
Saat kami keluar ruangan ternyata banyak juga orang2 berlarian, berhamburan
keluar, dan isu terjadi tsunami pun membuat semua warga panik, betapa tidak
panik rasa trauma ketika melihat tsunami di Aceh masih terbayang.
Maha besar AllahTuhan pencipta alam semesta, tiada suatu kejadian tanpa
seijinnya...
Dengan skala 7,9 SR rasanya seperti kiamat, banyak bangunan lulu lantah,
korban berjatuhan...Tapi bila dibandingkan dengan gempa di Yogya yang hanya
bersakala 5 atau 6 SR kota Bengkulu termasuk kota yang kuat,
maksudnya korban maupun bangunan yang rusak tidak sebanyak di kota Yogya,
mungkin itu karena orang2 di Bengkulu sudah terbiasa dengan gempa dan bangunan2
rumahnya pun kebanyakan sudah dirancang anti gempa (hebat ya Bengkulu seperti
di Jepang aja). Setelah kejadian sore tadi hampir tiap hari bahkan tiap jam
terjadi gempa2susulan, terkadang di tengah malam ketika kita sedang asyik2nya
tidur nyenyak, dan yang lebih kasihan ada temen satu kosan harus mengendong
anaknya seusia 4 tahun dan yang masih bayi sedang terlelap tidur harus berlari
keluar rumah dalam cuaca malam yang dingin.Bahkan saking seringnya berlarian
keluar masuk rumah maka pintu rumahpun tidak dikunci sampai pagi malah ada
beberapa tetangga mendirikan tenda didepan rumahnya, baru kali ini lah aku
rasakan tidur di dalam rumah sendiri takut...Ada kejadian yang cukup lucu, pada
saat gempa terjadi, ada temen yang masih di dalam kamar mandi sedang buang air
besar, dia langsung keluar tanpa (maaf) cebok dulu, untung
dia masih ingat pake celananya...
Alhamdulillah sekarang sudah mulai reda, tapi hari2 ini kami merasa resah
karena media harian lokal banyak memberitakan bahwa menurut ahli
gempa dari Brasil, tanggal 23 Desember 2007 Bengkulu akan diguncang gempa besar
(8,7 SR) namun hal itu dibantah oleh BMG kota Bengkulu, katanya bahwa di dunia
ini belum ada satu pun alat
maupun orang yang bisa memastikan kapan dan dimana gempa itu terjadi.
Yang lebih membuat kami dan orang2 Bengkulu merasa takut bahkan trauma bahwa
katanya, pada tahun 1998 ahli gempa dari Brasil itu pernah meramalkan gempa
(gempa& Tsunamai) di Aceh tahun 2004 dan ternyata itu benar terjadi...
Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya , dan tak ada satu kejadianpun tanpa
seijin-Nya...
... sebenarnya banyak kejadian2 yang belum sempet aku tulis, tapi itulah
sekelumit cerita yang bisa aku sharing ke temen2...
Mohon doanya yo, semoga doa kita semua bisa menjauhkan kita dari
mara bahaya dan bencana...amin
S Sautomo
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]