Saya jadi ingat lagi gempa kemarin yang juga kami rasakan sangat kuat
di Manna, waktu itu kebetulan lagi istirahat baru pulang kantor,
isteri dan anak2 lagi nonton tv habis ganti baju aku gabung nonton,
baru duduk sekitar tiga menit kok terasa goyang-goyang, aku pikir
karena pusing gitu, setelah berdiri goncangan semakin kuat aku
langsung ngomong sama isteri, mi, kayaknya gempa nih mi. akhirnya aku
gendong sikecil dan kakaknya  lari keluar rumah,lampu mati. isteri
yang baru berapa hari dibawa ke manna merasa kaget. setelah diluar
anak pertama menangis karena tingkat dua sekolah sebelah rumah
kontrakan kami mengeluarkan bunyi begitu kuat dan batu bata banyak
yang berguguran, sementara sekecil diam aja karena gak tahu apa yang
sedang terjadi. setelah gempa lampu mati semua gak berani masuk rumah
maklum karena ngeri rumah udah ada yang retak2 akhirnya aku beranikan
diri masuk rumah ngambil HP, Dompet dan kunci motor siap2 ngungsi
takut ada tsunami. kursi dibawa keluar. Setelah sholat maghrib lampu
sudah nyala kami siap2 untuk tarawih pertama.        
setelah gempa itu kami sekeluarga masih merasakan pusing karena gempa2
kecil masih terjadi dan terpaksa harus tidur di ruang depan biar cepat
bisa keluar, isteri sendiri belum terbiasa dengan gempa jadi tidak
tahu kalo goyangan itu gempa, akhirnya aku gantung botol diruang depan
biar isteri bisa tahu. 

from ano


--- In [email protected], sabar sautomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Sehari menjelang bulan Romadhon tepatnya sore hari sekitar pulul
18.00 wib, kami masih ada di kantor...tiba2 salah satu temen teriak
gempo(bahasa
> Beng kulu) maksudnya gempa, dengan reflek dia lari keluar ruangan,
sedang
> aku yang belum terbiasa mengalami keadaan seperti itu hanya tercengang
> sejenak sambil menatapi benda2 disekitarku pada bergoyang, temen tadi
> langsung menyadarkanku dengan berteriak "Bar keluar ada gempa".
> kontan saja aku langsung keluar ruangan, ternyata hal yang sama pun
dialami oleh atasanku orang Jakarta. kami langsung berlari keluar ruangan.
> Di depan kantor, sambil berpegangan pagar luar kantor kami hanya
bisa menatapi gedung2 dan benda2 disekitar yang begoyang , hampir lima
menit kami rasakan.
> Saat kami keluar ruangan ternyata banyak juga orang2 berlarian,
berhamburan keluar, dan isu terjadi tsunami pun membuat semua warga
panik, betapa tidak panik rasa trauma ketika melihat tsunami di Aceh
masih terbayang.
>   Maha besar AllahTuhan pencipta alam semesta, tiada suatu kejadian
tanpa seijinnya...
> Dengan skala 7,9 SR rasanya seperti kiamat, banyak bangunan lulu lantah,
> korban berjatuhan...Tapi bila dibandingkan dengan gempa di Yogya
yang hanya bersakala 5 atau 6 SR kota Bengkulu termasuk kota yang kuat,
> maksudnya korban maupun bangunan yang rusak tidak sebanyak di kota
Yogya, mungkin itu karena orang2 di Bengkulu sudah terbiasa dengan
gempa dan bangunan2 rumahnya pun kebanyakan sudah dirancang anti gempa
(hebat ya Bengkulu seperti di Jepang aja). Setelah kejadian sore tadi
hampir tiap hari bahkan tiap jam terjadi gempa2susulan, terkadang di
tengah malam ketika kita sedang asyik2nya tidur nyenyak, dan yang
lebih kasihan ada temen satu kosan harus mengendong anaknya seusia 4
tahun dan yang masih bayi sedang terlelap tidur harus berlari keluar
rumah dalam cuaca malam yang dingin.Bahkan saking seringnya berlarian
keluar masuk rumah maka pintu rumahpun tidak dikunci sampai pagi malah
ada beberapa tetangga mendirikan tenda didepan rumahnya, baru kali ini
lah aku rasakan tidur di dalam rumah sendiri takut...Ada kejadian yang
cukup lucu, pada saat gempa terjadi, ada temen yang masih di dalam
kamar mandi sedang buang air besar, dia langsung keluar tanpa (maaf)
cebok dulu, untung
>  dia masih ingat pake celananya...
> Alhamdulillah sekarang sudah mulai reda, tapi hari2 ini kami merasa
resah karena media harian lokal banyak memberitakan bahwa menurut ahli
> gempa dari Brasil, tanggal 23 Desember 2007 Bengkulu akan diguncang
gempa besar (8,7 SR) namun hal itu dibantah oleh BMG kota Bengkulu,
katanya bahwa di dunia ini belum ada satu pun alat
> maupun orang yang bisa memastikan kapan dan dimana gempa itu terjadi.
> Yang lebih membuat kami dan orang2 Bengkulu merasa takut bahkan
trauma bahwa katanya, pada tahun 1998 ahli gempa dari Brasil itu
pernah meramalkan gempa (gempa& Tsunamai) di Aceh tahun 2004 dan
ternyata itu benar terjadi...
> Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya , dan tak ada satu
kejadianpun tanpa seijin-Nya...
>   
> ... sebenarnya banyak kejadian2 yang belum sempet aku tulis, tapi itulah
> sekelumit cerita yang bisa aku sharing ke temen2...
>   Mohon doanya yo, semoga doa kita semua bisa menjauhkan kita dari
> mara bahaya dan bencana...amin
> 
>   
> S Sautomo
> 
>                          
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke