Dear miliser yang saya hormati,
Tahukah saudara apa itu BEDES? Bedes itu artinya monyet. Kita selaku 
manusia sepatutnya malu karena seekor bedes/ monyet memiliki 
idealisme yang sedemikian hebat. Tanya kenapa? 

Listen to your heart
>From raha
HaBeWe
Keep fighting bro.....
--- In [email protected], Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sebut saja namaku Amir, seorang  lulusan Prodip, dengan gaji dan 
tunjangan waktu itu yang terbilang  minim  kami bertekad untuk  
semampu mungkin melaksanakan  "IDEALISME yang jelas-jelas berbenturan 
dengan Orba, bahkan kami harus melakukan samapta karena 'MENOLAK 
AMPLOP"!!!
>  
> Saya kurang hobi membaca buku idealisme yang dibangun hanya karena 
semangat yang sesaat (rasa nasionalisme sempit), karena saya tetap 
berpegang pada "BUKU ANTI KORUPSI" yang dikeluarkan lebih dari 14 
abad yang lalu (Assunnah Rasulullah SAW). 
>  
> Anda mungkin belum pernah diintimidasi oleh " BAKORSTANASDA" 
bukan???
> Kami bahkan membawa al quran saja langsung interograsi macam-macam. 
Di hadapan Pak Dirjen, seorang kepala BPPK mengintimidasi kami yang 
menolak amplop! Kami dianggap pegawai Makar dan tidak loyal terhadap 
atasan.
>  
> Kami dibenci dilingkungan kerja kami, bahkan  disingkirkan, hanya 
karena komitmen kami menolak amplop. Kami berusaha untuk tetap 
istiqomah dan terus berjuang melawan AMPLOP. Dan Alhamdulillah sampai 
sekarang semangat untuk itu masih tetap kukuh di hati kami, walaupun 
tidak berada di KPPN Percontohan.
>  
> Kalau orang berbicara remunerasi, dan reformasi  itu adalah sebuah 
keniscayaan yang harus muncul. tapi idealisme bukan dibangun dari 
materi. Remunerasi dan reformasi memang seharusnya berbanding lurus, 
tapi bukan menjadi ganjalan bagi diri kita untuk mempertahankan 
idealisme. 
>  
> Saya amat prihatin dengan Adik-adik kita yang sudah mulai luntur 
idealismenya, karena adanya terpaan badai yang menghantam terus-
menerus. Kenapa begitu? Kenapa harus takut nggak bisa hidup tanpa 
korupsi. Allah Maha Kaya, kenapa kita harus pesimis dengan keadaan. 
Optimislah adik-adik, jangan takut nggak bisa hidup. Hanya Opimislah 
bisa membawa kita untuk tetap istiqomah dan tetap berjuang dengan 
Semangat Jihad yang tinggi.
>  
> Dulu kami yang berjuang untuk Ideologis, membayangkan bahwa dengan 
idealisme kami yg ideologis "mengkhayalkan"  bahwa generasi kemudian 
akan memetik hasilnya, meski dengan perjuangan yang berat. 
>  
> Semoga kisah ini bisa memotivasi kita untuk tetap berjuang demi 
idealisme
> 
> 
>       ________________________________________________________ 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! 
Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke