Assalam'mualaikum Wr.Wb.

Yth. Sdr. Okeh-Okeh dan Para Milisser Forum Prima,

Tergelitik untuk berkomentar lebih lanjut mengenai pernyataan Sdr. 
Okeh-Okeh bahwa Idealisme tidak tergantung siapa pemimpin kita. 
Pernyataan ini, tersirat mengomentari cerita saya tentang 3 orang 
bawahan yang diminta melukis wajah sang penguasa wilayah dengan 
salah satu matanya buta.

Kalaulah Sdr. Okeh-Okeh atau para milisser forum prima berpendapat 
atau berpikiran, bawahan yang ketiga tidak idealisme lagi... itu 
pendapat/pemikiran yang keliru. Bawahan yang ketiga, melukis wajah 
sang penguasa wilayah sesuai apa adanya. Bawahan itu tetap seorang 
idealisme... tetapi idealisme yang disampaikan secara santun... 
sekali lagi santun... sehingga hasil lukisannya dapat diterima, 
walaupun wajah sang penguasa wilayah dilukis secara nyata dengan 
sebelah matanya buta.

Memang kalau kita seorang Muhammadiyah (Pengikut Muhammad), sudah 
semestinya berkarya... bertingkah laku... beribadah... dsb... harus 
mengikuti apa-apa yang diajarkan oleh Maha Guru Muhammad Rasulallah 
(istilah Muhammad Haekal). Apa yang diajarkanna??? Sampaikanlah 
dakwah... pernyataan... pendapat... dsb...secara santun. Kalau tidak 
mungkin kita akan menjadi bawahan pertama yang melukis wajah sang 
penguasa wilayah yang secara jelas terlihat dengan sebelah matanya 
buta. Sudah hasil karya tidak diterima, dakwah juga tulalit.

Idealisme... suatu kata yang mudah diucap tapi sangat teramat sukar 
dilaksanakan.

Coba kita simak visi DJPB "MENJADI PENGELOLA KEUANGAN NEGARA YANG 
PROFESIONAL DAN BERTANGGUNGJAWAB GUNA MEWUJUDKAN BANGSA YANG MANDIRI 
DAN SEJAHTERA".

Marilah kita bertanya pada diri sendiri mengenai profesional dan 
bertanggungjawab itu???
Sejauh mana produktivitas kerja kita selama jam kantor???
Apakah kita masih sering datang terlambat dan pulang duluan??? 
Selama jam kerja sering kali main game dan ngobrol-ngobrol yang ga 
ada juntrungnya atau mungkin shopping???
Hasil kerja kalo ditanya ntar... ntar... lelet... klemar-klemer??? 
Apakah kualitas kerja kita biasa-biasa saja dan ga pernah berpikir 
untuk lebih berkualitas??? Apakah sepanjang waktu yang kita omongin 
hanya masalah mutasi atau remunerasi padahal kita tahu itu bukan 
tugas kita???

Wah... wah... wah... kalau kita berbuat seperti itu, apakah kita 
sebagai orang idealisme???

Ya Allah... Lindungilah kami dari sifat ria.

Sejak bulan Januari 2007, kami telah diperintahkan bahwa pengajuan 
SPM oleh Satker harus/wajib dengan ADK. Dan Alhamdulillah, pada 
bulan Januari 2007 seluruh SPM Barang/Modal sudah dengan ADK, bulan 
Februari 2007 SPM Gaji Bulanan/non bulanan sudah dengan ADK, dan 
bulan Juni 2007 SPM-KP/SPM-PBB sudah dengan ADK.

Selanjutnya, pimpinan kami mencanangkan "tumbuhkan budaya malu", 
dengan semangant itu, walau kami "KPPN Bukan Contoh" tapi telah 
berkomitmen melaksanakan pelayanan prima disemua lini, sejak Juni 
2007 sampai sekarang:

1. Percepatan penerbitan SP2D, alhamdulillah rata-rata selesai 45 
menit, dengan melaksanakan ketentuan dalam peraturan pasal 19 UU No. 
1 tahun 2004. Dan bagi Satker yang berada di luar kota dapat 
menunggu sehingga pada saat kembali sudah bisa bawa SP2D.

2. TSA dipraktekkan, saat itu masih berlaku saldo besi 3,4 milyar 
tapi disediakan dana di BO 500 jt dan TUK ke KPPN Induk sesuai 
keperluan. Pada awal Oktober 2007 TSA benar-benar diberlakukan, 
pengajuan permintaan dana ke Dit. PKN 2x saja yaitu pertama diajukan 
pada 1 hari sebelumnya (H-1) untuk SP2D atas SPM yang diterima pada 
hari H-1 pkl. 13.31 s.d. 15.29, dan kedua diajukan pada hari 
berkenaan (H) untuk SP2D atas SPM yang diterima pada hari H-1 pkl. 
15.30 s.d. 17.00 dan hari berkenaan (H) pkl. 07.30 s.d. 13.30. 
Jumlah permintaan dana = penerbitan SP2D. Selama ini tidak ada 
kendala.

3. Pelaksanaan rekonsiliasi, secara internal dilakukan setiap hari 
antar Sie Vera dg. Sie Perben dan Sie. Bendum untuk memelihara 
database. Secara eksternal, lancar-2 saja dan bagi Satker yang 
bandel berikan peringatan atau sanksi. LKPP bulan Oktober 2007 sudah 
dicantumkan daftar aset dan daftar rekening Satker. Mudah-2an kami 
bukan penyumbang "discleamer".

4. Pelaksanaan konseling, terus dilakukan terutama pelatihan 
aplikasi SPM, SAKPA, dan SABMN, dengan tujuan data yang masuk dari 
Satker valid.

5. Sejak bulan Juni 2007 dana retour karena salah rekening telah 
diperintahkan masuk ke persepsi sebagai pendapatan non anggaran. 
Dana itu merupakan dana gentayangan yang kalau dihitung secara 
nasional jumlahnya cukup signifikan. Pada mulanya memang kerepotan 
karena harus menerbitkan SPM dan SP2D, tapi setelah itu dratis 
hampir tidak ada yang salah rekening. Ralat SP2D pernah juga 
dilakukan tapi itu tidak ada dasar hukumnya.

6. Saat ini kami sedang melakukan penertiban rekening Satker dan 
menyusun Laporan Kinerja Tahun 2007 (Lakinta 2007). Lakinta 2007 
merupakan pertanggungjawaban atas hasil kegiatan, permasalahan dan 
solusi yang terjadi tahun 2007, dan target kinerja tahun 2008. 
Dengan Lakinta 2007 dapat dijadikan sebagai bahan acuan 
menyelesaikan kasus-2 yang serupa.

7. Gugus kendali mutu terus menerus kami kembangkan disaat waktu 
yang tepat, sehingga setiap kami memahami tugas masing-2 sie.

Dengan kegiatan demikian, sudah biasa kami di kantor s.d. pkl. 
24.00. Apakah dihitung lembur??? Wah dananya pasti ga cukup... tapi 
kami Insya Allah ikhlas....

Dengan pelaksanaan idealisme yang kami kembangkan itu, tak ada 
kesempatan kami mengomentari tentang mutasi... tentang remunerasi... 
semua itu kami serahkan dan percayakan kepada yang berkompeten. Kami 
semua sayang dengan bu Anandy, kalau beliau sedih... siapa yang 
ngibur???

Mohon maaf, semoga ada manfaatnya.

Wassalam'mualaikum Wr.Wb.

Putra Gunung,


Agung_Sayuta

  









> Idealisme tidak tergantung siapa pemimpin kita. Dimana-mana 
idealisme itu memiliki nilai universal yaitu kejujuran, keadilan, 
anti kkn dsb.
>    
>   So, siapapun pemimpin, bos ataupun atasan kita seyogyanya tidak 
akan mampu merubah or membelokkan idealisme.
>    
>   Kenikmatan dari idealisme adalah:
>   1. saat kita bisa merasa puas tidak melakukan hal-hal yang tidak 
terpuji yang dilakukan oleh lingkungan kita
>   2. saat bertemu dan berinteraksi dengan sesama orang yang 
idealis meskipun tidak saling kenal
>   3. saat bertemu Allah SWT, karena insya allah Allah SWT sangat 
menyukai orang yang idealis dan sebaliknya sangat membenci orang 
yang munafik, tidak merasa bersalah dan bangga dengan kekeliruan dan 
kejahatan yang dibuatnya.
>    
>   Hidup Idealis!!!! 
>   (Di DJPBN masih bisa hidupkah???)
>   
> 
> Agung_Sayuta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Assalam'mualaikum Wr.Wb.
> 
> Yth. Para Miliser Forum Prima
> 
> Topik Semangatlah Berjuan untuk Idealisme, menarik untuk disimak 
dan 
> patut dikomentari.
>


Kirim email ke