Dear Bung Hendra, Fenomena "odious debt" seharusnya mendapat perhatian para creditors. Hanya saja political will semacam itu tidak muncul dengan sendirinya. Untuk itu perlu disusun "pressure politics" yg lebih nyaring. Hemat saya perlu digagas semacam triadic interactions yg melibatkan pihak ketiga. Kalau itu belum terbentuk, mengusung fenomena "odious debt" ini akan selalu dimentahkan elite politik/birokrasi dari kedua belah pihak, debtor dan creditor. Saya berkesimpulan bahwa hakikat hutang luar negeri bisa diterjemahkan sebagai "murni" aktivitas ekonomi, yg tidak perlu membu- tuhkan ruang politik untuk menginvestigasinya. Namun waktu membukti- kan, kesimpulan itu berlanjut: sejatinya hutang luar negeri "bisa" berhim- pit/menjadi bagian dari instrumen politik global. Bagi saya, hutang luar negeri ini bukan merupakan produk yg "diharamkan", dengan catatan di berdayakan secara benar, artinya sadar terhadap constraints dari fungsi hutang itu sendiri.
Wong Ngarso di Mbantul _________________________________________________ ----- Original Message ---- From: Hendra Andriwardhana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, November 23, 2007 11:08:28 AM Subject: Re: [Forum Prima] Re: ngobrol soal utang :(( kemudian soal realisasi APBN Ada beberapa alternatif lain untuk menurunkan beban utang negara ini, diantaranya, melalui penukaran utang dengan program pembangunan (*debt swap*), seperti penanggulangan kemiskinan dan lingkungan hidup.Namun sebenarnya utang yang bisa dialihkan/*debt swap* itupun masih terlalu kecil porsinya bila dibandingkan dengan porsi utang secara keseluruhan. Mungkin perlu solusi lain yang radikal dan baru dalam menyelesaikan persoalan beban utang luar negeri. Pengurangan jumlah utang (*debt stock*) merupakan pilihan satu-satunya. Penghapusan jumlah utang atau *debt cancellation, *sebagaimana yang didesakkan oleh kelompok organisasi masyarakat sipil di sejumlah negara, patut ditempuh Pemerintah. Hal ini dapat dilakukan melalui pengadilan internasional atau *arbitrase internasional* dengan latar belakang adanya "utang haram" (*odious debt*) pada setiap utang yang kini dibebankan pada rakyat.....bisa/ berani nggak ya,....kayaknya. ...??? (Hendra, di Marisa) ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs [Non-text portions of this message have been removed]
