Sebenarnya factor pendukung tentang adanya odious debt /hutang haram di
Indonesia yang dilakukan oleh rezim penguasa pada waktu lalu sudah ada,
seperti misalnya beberapa waktu yang lalu ada data dari bank dunia tentang
peringkat koruptor eks penguasa berdasarkan jumlah kekayaan Negara yang
telah dikorupsi. Di situ telah tercantum salah seorang mantan presiden kita
pada peringkat pertama.  Dari hal tersebut dapat diasumsikan bahwa besarnya
hutang terjadi salah satunya karena ada korupsi dalam pelaksanaan kegiatan
yang dibiayai  hutang tersebut. Namun kita tidak berani bertindak secara
hokum untuk menegaskan hal tersebut. Beda dengan philipina yang dapat segera
menarik harta mantan presidennya yang diduga merupakan hasil korupsi karena
telah ada payung hukum untuk melaksanakannya.  Kalau masalah melibatkan
pihak ketiga , hal tersebut sudah saya sampaikan sebelumya bahwa penghapusan
hutang tersebut tentunya harus melalui pengadilan internasional atau
*arbitrase internasional*, yang memutuskan bahwa hutang luar negeri tersebut
merupakan (*odious debt*) … jadi sebenarnya hal ini tergantung dari
political will dari pemerintah kita…mau apa tidak…berani apa tidak…!!


(Salam dari KPPN tercantik di Indonesia, Marisa)


Pada tanggal 28/11/07, den baguse ngarso <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   Dear Bung Hendra,
>
> Fenomena "odious debt" seharusnya mendapat perhatian para creditors.
> Hanya saja political will semacam itu tidak muncul dengan sendirinya.
> Untuk itu perlu disusun "pressure politics" yg lebih nyaring. Hemat saya
> perlu digagas semacam triadic interactions yg melibatkan pihak ketiga.
> Kalau itu belum terbentuk, mengusung fenomena "odious debt" ini akan
> selalu dimentahkan elite politik/birokrasi dari kedua belah pihak, debtor
> dan creditor. Saya berkesimpulan bahwa hakikat hutang luar negeri bisa
> diterjemahkan sebagai "murni" aktivitas ekonomi, yg tidak perlu membu-
> tuhkan ruang politik untuk menginvestigasinya. Namun waktu membukti-
> kan, kesimpulan itu berlanjut: sejatinya hutang luar negeri "bisa" berhim-
> pit/menjadi bagian dari instrumen politik global. Bagi saya, hutang luar
> negeri ini bukan merupakan produk yg "diharamkan", dengan catatan di
> berdayakan secara benar, artinya sadar terhadap constraints dari fungsi
> hutang itu sendiri.
>
> Wong Ngarso di Mbantul
> _________________________________________________
>
> ----- Original Message ----
> From: Hendra Andriwardhana <[EMAIL PROTECTED] <hendra2007%40gmail.com>>
> To: [email protected] <forum-prima%40yahoogroups.com>
> Sent: Friday, November 23, 2007 11:08:28 AM
> Subject: Re: [Forum Prima] Re: ngobrol soal utang :(( kemudian soal
> realisasi APBN
>
> Ada beberapa alternatif lain untuk menurunkan beban utang negara ini,
> diantaranya, melalui penukaran utang dengan program pembangunan (*debt
> swap*),
> seperti penanggulangan kemiskinan dan lingkungan hidup.Namun sebenarnya
> utang yang bisa dialihkan/*debt swap* itupun masih terlalu kecil porsinya
> bila dibandingkan dengan porsi utang secara keseluruhan. Mungkin perlu
> solusi lain yang radikal dan baru dalam menyelesaikan persoalan beban
> utang luar negeri. Pengurangan jumlah utang (*debt stock*) merupakan
> pilihan
> satu-satunya. Penghapusan jumlah utang atau *debt
> cancellation, *sebagaimana yang didesakkan oleh kelompok organisasi
> masyarakat sipil di
> sejumlah negara, patut ditempuh Pemerintah. Hal ini dapat dilakukan
> melalui
> pengadilan internasional atau *arbitrase internasional* dengan latar
> belakang adanya "utang haram" (*odious debt*) pada setiap utang yang kini
> dibebankan pada rakyat.....bisa/ berani nggak ya,....kayaknya. ...???
>
> (Hendra, di Marisa)
>
> __________________________________________________________
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> http://www.yahoo.com/r/hs
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke