Sekarang yang menjadi pemikiran bangsa indonesia adalah bagaimana mencari sumber2 penerimaan negara untuk melunasi utang. Salah satu alternatif/ instrumen adalah dengan penghapusan utang yang tentunya akan berpengaruh bagi kepercayaan negara donor, tetapi menurut saya bagaimanapun negara kita adalah good boy jadi negara lain tetap akan memberikan utang kepada kita sebagai negara yang baik. mencari sumber dana dari segala aspek termasuk dengan meningkatkan potensi kepulauan kita, ribuan pulau kecil di indonesia tidak dapat dilindungi karena keterbatasan aparat TNI dan kekalahan diplomasi internasional kita akhirnya dikuasai oleh negara lain. pernah kasi saya ngasih pendapat bagaimana kalau pulau2 yang jumlahnya ribuan tersebut kita sewakan dalam jangka waktu tertentu misal 3 tahun tentunya akan menambah penerimaan negara tetapi hal ini harus tetap menjadi sumber dana untuk membayar utang. sehingga dapat memanfaatkan pulau tersebut dan sebagai legitimasi bahwa pulau tersebut adalah punya kita.
gimana pendapat yang lain --- In [email protected], "Hendra Andriwardhana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam hangat juga dari Marisa > > Memang penghapusan /pengampunan hutang memang mau tidakmau membawa dampak > yang cukup serius bagi Negara kita baik secara ekonomi maupun politik. > Negara kita bisa kehilangan kepercayaan dari Negara-2 donor. Sama juga kalau > kita melakukan nasionalisasi. Tapi masalahnya Utang pemerintah Indonesia > hingga 31 Oktober 2007 mencapai US$148,46 miliar atau naik 2,8% dibanding > akhir 2006 yang sebesar US$144,36 miliar. Komposisi utang luar negeri > menurun sementara utang SUN meningkat. Persentase stok utang pemerintah > terhadap PDB 36% di akhir Oktober 2007. > Utang pemerintah yang senilai US$148,46 miliar ini terdiri dari pinjaman > luar negeri sebesar US$60,94 miliar atau 40,7% serta Surat Utang Negara > (SUN) sebesar US$87,52 miliar atau 59,3%. > kalau melihat komposisi hutang Negara kita yang sangat besar itu menunjukkan > begitu riskannya APBN kita. Yang saya kemukakn mengenai penghapusan hutang > tersebut merupakan salah satu solusi radikal terakhir yang perlu dipikirkan, > tentunya harus melihat dampak negative/positifnya bagi Negara kita. Karena > sepengetahuan saya (CMIIW) ada juga beberapa Negara seperti meksiko dan > Argentina yang berhasil bangkit ekonominya setelah mereka menyatakan tidak > sanggup/bangkrut. Tentunya kita bisa belajar dari pengalaman mereka > tersebut. Momentum bencana Tsumnami di Aceh, maupun Gempa bumi /tsunami yang > terjadi pada tahun-2 (sisi kemanusiaan ) ini dapat dijadikan salah satu alas > an kenapa kita melakukan langkah-2 tersebut. Karena kalau dilakukan > deal-deal politik dengan kondisi dua belah pihak yang tidak seimbang, > (kreditur yang kuat vs Debitur yang lemah) ujung-ujungnya akan merugikan > kita. > > Apa artinya kita bangga tidak dianggap sebagai Negara miskin, namun sebagai > Negara berkembang padahal kenyataannya dari berbagai sisi ekonomi kita > memang miskin..he..he..he. > > Btw senang diskusi dengan Wong Ngarso di Mbantul..banyak pengetahuan baru > yang saya dapat... > > Mudah-mudahan dapat terus kita lanjutkan dengan topik yang beda dan menarik > serta up to Date > > Wassalam. > > > Pada tanggal 29/11/07, den baguse ngarso <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > Assalamualaikum, > > Salam Diskusi - Salam Sejahtera > > > > Satu norm yg harus dijunjung dalam pergaulan internasional adalah men- > > jaga reputasi. Ini juga yg harus diperhatikan pemerintah keti >
