Setuju sekali dengan bung alibudimansyah...

Selayaknya, bukan hanya kppn p saja yg prima dan tanpa biaya.
Karena djpb bukan hanya kppn p tapi juga seluruh kanwil dan direktorat
di dalamnya. Terus terang menurut saya, citra djpb, citra depkeu akan
terangkat secara signifikan jika seluruh tingkatan di dalamnya
menerapkan pelayanan prima dan tanpa biaya. Sekali lagi tanpa biaya!
Dengan 18 kppn p belum belum cukup memperbaiki citra minor institusi
kita, djpb.

Borok yang diobati secara parsial, sementara borok lain dibiarkan
tumbuh merajalela, akan tetap membuat sebuah institusi itu terlihat
sebagai birokrasi yg borokan  dan bobrok! Jadi seyogyanya, bukan hanya
kppn dan kanwil, tapi seluruh direktorat dan setditjen,  dalam lingkup
djpb juga menjadi prima. Biasanya di akhir tahun begini borok itu kian
transparan dan parah.

Masalahnya adalah .... relakah seluruh institusi djpb di-prima-kan?
Siapkah menderita ...?
Apalagi kppn p sebagai percobaan justru timbul menjadi lembah air mata
buat para stafnya. Janji untuk memperoleh pendapatan berlipat kian
kabur saja hingga detik ini....5 Desember 2007! Bukan mustahil akan
musnah sama sekali atau direduksi jumlahnya hingga jumlah terendah.

Buat seluruh teman-teman di kppn p
Maju terus ... Semoga pengorbanan ini tidak sia - sia.
NO SACRIFICE IS WASTED!


Maruf
060097248

Wahidin II No.3


--- In [email protected], ali budimansyah bachtiar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Reformasi birokrasi departemen keuangan telah berjalan, dan di
Ditjen Perbendaharaan seraca efektif telah dimulai pada bulan Agustus
2007 dengan dioperasionalkannnya 18 kppn percontohan. Menurut kabar
dari rekan2 kami di jatim telah di deklarasikan seluruh kppn di
wilayah kanwil surabaya dengan menerapkan sistem seperti kppn
percontohan baik layout ruangan maupun mindset pelayanan primanya.
Alhamdulillah sampai dengan saat ini setelah bertukar kabar  dengan
beberapa teman yang menjadi ujung tombak kppn percontohan "reformasi
birokrasi" telah dapat berjalan optimal dan sam

Kirim email ke