Yth. Miliser
Salah satu poin penting dalam pembentukan KPPN-P adalah menyediakan Layanan
"Bebas Biaya".
Tapi benarkah sudah tercapai?
Mungkin jawabannya YA, apabila dinilai dari sisi ke-OGAHAN para personelnya
untuk tidak menerima under table money.
Tapi dari sisi efesiensi layanan? Konkritnya dinilai dari lamanya waktu
tunggu para satker untuk memasukkan SPM.
Berdasarkan pengamatan saya dari beberapa KPPN-P dan bisik2 para satker,
pelayanan KPPN P : lama. Untuk menanti giliran memasukkan SPM bisa berkisar
30 menit sampai lebih dari satu jam, apalagi di akhir tahun seperti
sekarang.

Pernahkah dihitung, berapa waktu dari sekian ribu personel satker yang
"terbuang" sia-sia hanya untuk menunggu giliran memasukkan SPM?
Bukankah waktu itu identik dengan uang (biaya) ?
Tanpa melupakan pengorbanan para "ELITE ForCEs DJPBN", bila waktu tunggu
tidak bisa diperpendek, ini berarti keberadaan KPPN-P, masih belum
sepenuhnya "bebas biaya".

Mungkin ada solusinya. Dulu waktu kuliah MANAGEMENT OF SCIENCE (yang pernah
kuliah MM atau jur manajemen tentu tahu) ada cara menghitung
soal antrian dan beban kerja tiap kasir/teller atau FO. Mungkin para
petinggi DJPBN dapat menerapkan ilmu ini dan menghitung rata2 waktu tunggu
di tiap KPPN-P.
Bila perlu ditambah personel, ya ditambah. Jangan berpedoman pada rumus
"kaku" bahwa KPPN-P harus 30 orang saja misalnya. Tanpa memperhatikan
asumsi2 yang melandasinya...


Salam
ADAMO


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke