Saya mengenal secara pribadi Sdr. M. Ali Maksum, krn pernah menjadi staf saya. Saya kira saya pun akan sangat senang jika ybs bisa pindah ketempat saya (ybs belum tentu senang?)untuk membantu mengopersionalkan KPPN Percontohan di wilayah saya, yg mulai di tetapkan sbg Percontohan mulai 2008 ini. Ybs sangat irit berbicara tp banyak bekerja dg penuh kesungguhan. Saya sangat mengenal kapasitas dia. Pertama kali ketemu di tempat terpencil, Tapak Tuan Aceh. Ketika saya juga bertugas di Aceh. Ketika konflik Aceh semakin memanas ybs dan teman-temannya di pindahkan ke Sby, krn sudah cukup lama di Aceh (eh ketemu lagi). Istirahat di Sby, sempat membeli rumah dg cara cicilan. Beberapa kali mencicil, terkena musibah lumpur Lapindo, hingga saat ini rumah di telan lumpur, tenggelam. Ditengah-tenagh persoalan yg terjadi itu, kemudian ybs di mutasikan ke Jayapura (karena lulus KPPN Prima). Ketika menghadapi kedua persoalan itu Ybs tidak pernah mengeluh. Tetap berangkat melaksanakan SK mutasi yg telah di terima. Luar biasa menurut saya. Saya iri melihat keteguhannya. Alasan kenapa baru 5 bulan sudah di mutasikan. Saya kira, ada hal-hal yang memang menjadi pertimbangan atau alasan khusus dari pimpinan untuk membantu operasional KPPN P di Palu. Semoga.
Subasita, (ikut prihatin atas hal yg menimpa warga PerumTAS Porong, Sidoarjo yg tak kunjung selesai). --- David Andriyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Setuju dengan pak Hari, beliau berdua adalah > termasuk pemain bintang > (kalau dalam sepak bola
