Buat mas Ali Maksum selamat atas kepindahannya .... 
  Menambahkan posting-an Bpk SubaSita ... Mas Ali Maksum walau orangnya relatif 
kecil fisiknya ... tetapi nyali n smangatnya 'gedhe' ... Semasa kuliah di 
Jurangmangu wajahnya 'still alright to smile' ... Turut berduka cita juga atas 
musibah banjir yang menimpa kota kelahiran dan keluarga mas Ali Maksum di 
Bojonegoro ... 
   
  Berarti lagu 'Mungkinkah' dari Stinky yg dinyanyikan Pak Subasita waktu acara 
perpisahan Bapak & Pak Agah di lantai 2 ... jawabnya 'Mungkin" ya Pak, walau 
terbentang jarak antara qta dengan mutasi akan bisa bersama2 lagi bekerja sama 
melaksanakan tugas ...
   
  Polemik mutasi tercepat atau terlama bagaimana kita memandang dan menyelami 
mutasi itu sendiri, so relatif bagi setiap orang ... Mungkin bagi mas Ali 
Maksum atau qta, ditempatkan di suatu tempat terasa lama n hari berjalan terasa 
lambat ... karena qta menyikapinya dengan 'nggrundel' ato 'nggresulo' ...bisa 
juga terasa cepat (meski sudah 5 tahun blm dimutasi), karena qta enjoy di 
temapt kerja qta, lingkungan, kuliner daerah tsb .. intinya qta mampu 
'menyikapi' mutasi tersebut ... Saya jadi teringat pesan dan pengalaman Bpk. 
Koswara (almarhum), mantan Kepala KPPN Pangkal Pinang, .. Kalo qta di 'tanah 
orang' sudah mempunyai banyak teman, cocok dengan menu makan daerah setempat 
dan mampu 'membunuh' waktu yg berjalan dengan hal yang berguna bagi kantor dan 
keluarga .... Waktu akan berjalan dengan cepat.
   
  

suba sita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya mengenal secara pribadi Sdr. M. Ali Maksum, krn
pernah menjadi staf saya. Saya kira saya pun akan
sangat senang jika ybs bisa pindah ketempat saya (ybs
belum tentu senang?)untuk membantu mengopersionalkan
KPPN Percontohan di wilayah saya, yg mulai di tetapkan
sbg Percontohan mulai 2008 ini. Ybs sangat irit
berbicara tp banyak bekerja dg penuh kesungguhan. Saya
sangat mengenal kapasitas dia. Pertama kali ketemu di
tempat terpencil, Tapak Tuan Aceh. Ketika saya juga
bertugas di Aceh. Ketika konflik Aceh semakin memanas
ybs dan teman-temannya di pindahkan ke Sby, krn sudah
cukup lama di Aceh (eh ketemu lagi). Istirahat di Sby,
sempat membeli rumah dg cara cicilan. Beberapa kali
mencicil, terkena musibah lumpur Lapindo, hingga saat
ini rumah di telan lumpur, tenggelam. Ditengah-tenagh
persoalan yg terjadi itu, kemudian ybs di mutasikan ke
Jayapura (karena lulus KPPN Prima). Ketika menghadapi
kedua persoalan itu Ybs tidak pernah mengeluh. Tetap
berangkat melaksanakan SK mutasi yg telah di terima.
Luar biasa menurut saya. Saya iri melihat
keteguhannya. Alasan kenapa baru 5 bulan sudah di
mutasikan. Saya kira, ada hal-hal yang memang menjadi
pertimbangan atau alasan khusus dari pimpinan untuk
membantu operasional KPPN P di Palu. Semoga. 

Subasita,
(ikut prihatin atas hal yg menimpa warga PerumTAS
Porong, Sidoarjo yg tak kunjung selesai). 

--- David Andriyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Setuju dengan pak Hari, beliau berdua adalah
> termasuk pemain bintang
> (kalau dalam sepak bola


                         

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke