Mas Salman Harits benar, klu kita lihat RKAKL 2008 pun msh terdapat kegiatan
yang tidak perlu , mari kita revolusi pengganggaran, perlu ada yg memulai untuk
menjaga ketepatan alokasi anggaran. Dept atau Kementerian/lembga jangan egois
mementingkan kepentingan departemennya. Klu kegiatan tsb tidak bermanfaat bagi
masyarakat banyak kenapa tidak diserahkan aja (minta anggarannya dipotong dan
serahkan ke dept yg memerlukan) jangan asal nuangin rencana anggaran pada
kegiatan yg tidak produktif. Msh banyak kegiatan yg bisa dilihat secara kasat
mata di sekitar kita Contoh untuk pedagang kaki lima buatkan kios-kios untuk
pedagang kaki lima dan gratiskan mereka biar mereka bisa berusaha tanpa
dikejar2 trantib, kios tsb jangan disewakan cukup bayar iuran untuk kebersihan
dan pengelolaan kios2 tsb. Untuk penghuni rumah di bantaran kali coba
dibuatkan rumah gratis. Itu sekedar contoh mungkin contoh lainnya buannyaaaak.
Setuju ngga mas ? kalau ngga mungkin ada
contoh2 lain yg lebih cerdas, maklum aq wong ndeso. .. . .
Trus ada usul review ulang RKAKL 2008, sy termasuk yg setuju. Anggaran 2008
hrs dipilah benar2, mana yg perlu dan tidak dan DPR, Bappenas dan DJA harus
tega mencoret dan mengalihkan anggarannya bila melihat anggarannya pda
dept/lembaga dg outputnya ngga jelas. . .!
Terhadap usulan belanja barang dan modal cukup 15% kalau saya lebih moderat
lagi pada awal tahun Dept/lembaga hanya dialokasikan untuk belanja rutin saja,
trus kalau proyek dialokasikan ketika ada permintaan pd saat tahun anggaran
tlah berjalan atau sebelumnya dg catatan usulan terhadap proyek hrus jelas dan
terukur serta bermanfaat bagi masyarakat banyak yg dinilai secara bersama2 oleh
DPR, BAPPENAS DAN DJA. Piye. . .modelnya kembali ke tahun2 baheula, model DIK
dan DIP ?.. . . . .
----- Original Message ----
From: salman harits <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, January 7, 2008 1:26:18 PM
Subject: Re: [Forum Prima] Kebijakan pengetatan anggaran?
Problem negara kita dibidang keuangan negara kalau disederhanakan,
menurut pendapat saya, ada 3 saja:
1. Efisiensi Pengeluaran
2. Optimalisasi Penerimaan
3. Ketepatan Alokasi Anggaran
Kalau kita mau jujur, banyak pengeluaran negara di kantor kita yang cenderung
boros dan tidak perlu. belum lagi yang pengadaannya di-mark up.
Upaya Pemkab Jembrana dalam memotong lingkaran setan kemiskinan diawali dengan
efisiensi pengeluaran anggarannya.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]