Salam sejahtera miliser FP... Setelah menerima kiriman Majalah TI edisi 04/2007, saya melihat ada beberapa hal yang baru. Salah satunya majalah kita ini sudah full colors sehingga mempunyai daya tarik bagi kita ketika membaca. Yang lainnya adalah adanya kolom humor pada halaman 58-59. Dua halaman full disediakan untuk sebuah hal yang baru merupakan suatu 'penghargaan' tersendiri.
Saya membayangkan akan mendapat guyonan, joke, atau pun cerita lucu nan segar di tengah kesibukan menutup akhir tahun anggaran 2007 di suatu tempat yang terpencil ini. Namun setelah saya berkali-kali membaca 4 judul humor tersebut, saya kok tidak menemukan dimana letak kelucuannya, dimana makna humornya, terlebih lagi saya tidak mendapatkan massage apa yang dikandung dari 4 judul humor tersebut??? Apakah sense of humor saya yang memang rendah, apakah humor yang ditampilkan berkategori humor tingkat tinggi, atau apakah karena ada pada majalah yang rada serius maka itulah humor yang tepat untuk diisi di dalamnya. Menurut penilaian saya, tulisan humor itu lebih mewakili pengalaman pribadi seseorang, entah penulisnya sendiri atau rekan penulis yang diketahui olehnya. Malahan saya tidak mengapresiasi tulisan humornya dengan judul 'At Cost'. Alasannya kenapa, karena pada akhir cerita sepertinya telah terjadi pelecehan terhadap tabiat/perilaku (atau mungkin disebut kelainan) seseorang. Pada judul 'Selingkuh' sendiri, saya tidak merasakan adanya kelucuan, karena titik klimaks dari kelucuan itu sendiri malahan ditiadakan diganti dengan tanda titik-titik yang panjang (off the record). Over all, there are no humor things over there... Semoga penilaian saya salah. Salam hormat buat Mas Saiful Islam, rekan juga guru saya. Melihat wajahnya mengingatkan saya pada seorang ahli perencana keuangan yang sering tampil di Metro TV. Ya, memang keduanya sama-sama ahli dalam hal keuangan, yang satu keuangan negara, satunya lagi keuangan rumah tangga. Wassalam Rahman060089216 KPPN Benteng
