assalamualaikum.
salam damai sejahtera bwt kita semua.

wah, topiknya cukup menarik neh...
boleh nimbrung donk?!?
hehehe...

yeah,
meskipun hijau bukan pejabat, dan bukan di kantor pusat,
tapi hijau pernah melakukan kunjungan ke kantor daerah yg lebih daerah lagi,
bersama seorang pejabat di kantor daerah yg agak kota dikit.
tiap kunjungan ke kantor daerah yg lebih daerah lagi itu,
hijau selalu disambut baik dan ramah
[mungkin karna hijau berkunjung sama pejabat kali ya...]
semenjak zaman pra at cost s.d. zaman at cost saat ini,
tiap nginap dalam kunjungan tersebut,
selalu 'dilayani' dengan baik, trutama soal jamuan.
hanya beda2 tipis antara zaman pra at cost dengan zaman at cost saat ini.
hanya beda di penginapan.
kalu zaman pra at cost dulu selain ditraktir makan juga dibayarin
penginapan,
kalu zaman at cost sekarang ini nginap bayar sendiri [dibayarin negara
maksudnya]
tapi makan tetap ditraktir
[kalu masalah uang saku hijau gak tau ya, kan bukan pejabat, hehehe...]
mungkin boss di kantor daerah yg lebih daerah lagi itu baek banget kali
ye...
mungkin juga emang hobbynya nraktir makan...
atw orangnya emang tajir?!?
entahlah...
yg jelas baik hijau maupun pejabat yg jadi bossnya hijau itu,
tiap kunjungan
gak pernah minta2...
gak pernah ngemis2...
tapi ya tetep aja begitu,
evriting its okey, semuanya sudah [di]beres[in].
mungkin butuh keberanian atw nyali yg lebih
agar hijau maupun pejabat bossnya hijau itu untuk berani menolak atw berkata
'tidak'
atas pemberian yg oleh sebagian orang dianggap 'rezeki' itu.
tapi terlepas dari itu...
paradigma atw mental yg harus diubah
brarti bukan hanya pejabat [termasuk rombongan] yg mau berkunjung,
tapi juga pejabat [termasuk anak buah] yg dikunjungi...
apakah benar demikian saudaraku???

salam piss nan hijau.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke