Dijaman edan sekarang ini dimana semua orang sangat menyukai yang serba 
"abi-abu" or grey area, maka sulit membedakan mana yang namanya ramah tamah, 
menjilat, menyogok, menservice, menyuap, dsb. Oleh karena itu para pejabat yang 
tentunya gaji dan tunjangannya sudah naik berlipat-lipat, harus mengajarkan 
pada para bawahannya tentang "harga diri" dan "menjaga diri". Dengan demikian 
budaya service menservice tidak akan diselewengkan untuk kepentingan pribadi.
   
  Jangankan seorang pejabat, orang biasa pun (pelaksana) atau bawahan pun bila 
datang ke rumah saya pribadi maka insy. akan saya service bak raja, karena 
memuliakan tamu ganjarannya adalah surga. Tentu saja saya jamu dengan uang 
pribadi dan bukan uang kantor.
   
  Yang jadi masalah, dan ini sudah menjadi budaya dan tradisi, adalah kegiatan 
jamu-menjamu dan service mensevice tamu (khususnya pejabat or pemeriksa) dalam 
rangka dinas dijadikan ajang yang dalam tanda petik untuk memberikan keuntungan 
pribadi:)
   
  Cukup banyak orang daerah yang harus pusing tujuh keliling "mencari celah" 
agar tersedia dana untuk menyenangkan sang pejabat yang datang ke daerah. 
Akhirnya setiap kantor selalu punya dana taktis yang seringkali dipakai untuk 
keperluan jamu menjamu tersebut. Darimana dana taktis tersebut??? Tentunya kita 
semua tahu, diantaranya adalah dari potongan lembur fiktif, sumbangan para 
kllien, pengadaan fiktif, dsb.
   
  Kalo budaya ini tidak bisa dihilangkan dengan alasan/pembelaan budaya timur, 
keramahtamahan maka mewujudkan Indonesia bebas korupsi adalah sangat jauuh dari 
harapan dan hanya omong kosong belaka.
   
  Bukankah sudah banyak anggota milis ini yang membuat signature di emailnya 
dengan slogan "hentikan korupsi APBN"???? Kalo semua ini dibiarkan, begitu juga 
dengan hal2 lain yang berbau suap dan KKN, maka bisa diambil kesimpulan kalo 
slogan itu hanya omong kosong belaka.
   
  Mari sama berubah untuk DJPBN yang lebih terhormat:)
  

dianpci_s7 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Slmt pagi dan sejahtera selalu, saya tertarik topik ini namun saya 
hanya bisa menambahi saja, bos jangan begitu extrim bos dengan 
tulisan begini ini, yach kita-kita ini kan sama-sama abdi negara dan 
saling menjaga dan mempertimbangkan sesuatu yang akan ditempuh,saya 
kira tidak begitu adanya seseorang pejabat harus dilayani dsb nya, 
kita2 ini orang Indonesia penuh dengan keramahannya juga baik 
hatinya suka ringan tangan semestinya kita2 orang timur gak mungkin 
lah kalau hal tersebut gak kita lakukan sam

Kirim email ke