Assalamualaikum Wr.Wb Selamat Malam milisi yang saya hormati. Wilujeng Siang buat kang Asep nukasep mohon maaf baru menyapa dan nimbrung kembali di milis FP ini, padahal si Akang teh udah berkali2 say hello ke saya. Juga Kang Jimie alhamdulilah saya masih seperti yang dulu (maksudnya belum beranjak dari Mamuju..he..he.. ) buat Abang Rahman anak betawi di Selayar bagaimana bang angin ROB di Selayar sama dengan di Muara angke ngak?? Masih bisa nyebrang pake Ferry ke daratan Sulawesi Selatan toh?? Mas Habewe yang energik bulak-balik dari Kendari ke Raha dan Sekarang balik lagi ke Kendari, Pak Hari Ribowo ketemu lagi ya pak di FP walau kita belum pernah bersua Face to Face, Salam kenal buat pak Subasita dan Teman2 yang lainnya.. Beberapa hari kemarin saya "tertidur" tidak membaca email yang kelihatannya sudah mulai beragam dan rame ya.. Saya suka risi mau nulis apa gitu, habis komentarnya hebring-hebring euy...
Boleh dong komentar dikit tentang situasi akhir2 ini mudah2 masih bisa disimak ya.. Pertama : Kok saya tidak melihat bahwa teman2 mengulas mengenai Tahun 2007, mumpung masih awal tahun sebenarnya ini saat terbaik untuk merefleksi dan instropeksi dalam menimbang apa yang telah di perbuat selama tahun lalu tentang prestasi dan kegagalan kita. Banyak hal harapan2 yang belum dikesampaian di Tahun 2007 mudah2 bisa terwujud di Tahun 2008. Saya pun lagi merenung apa saya lebih baik dari kemarin.. Ditahun 2008 ini kelihatannya terjadi pengulangan sejarah bagi DJPB, dulu ketika awal tahun 2007 pada saat MPN diluncurkan hiruk pikuk persoalan muncul bertubi2 hingga akhirnya belum terselesaikan dengan manis di akhir 07, sekarang 2008 masalah2 Bendum masih menjadi persoalan yang mudah2 masih bisa terselesaikan dengan Segera. Mudah2 kita bisa melangkah kedepan tidak berputar-putar terus pada masalah yang hampir sama. Jangan2 gara2 hal seperti ini kinerja DJPB dianggap buruk ujung2 nya kita harus siap dengan segala konsekuensinya bahwa Remunerasi akan di tinjau ulang. Kedua : Saya sedikit ingin mengomentari masalah Pro Kontra APBD Sepakbola, komentar beberapa teman sangat beragam, saya ingin menyampaikan keprihatinan atas lemahnya jiwa bangsa indonesia atas nilai kewirausahaan (istilah kerennya entrepreneur) maunya kok di Suapin melulu. Rada sulit memang kalau kita melihat bahwa sepakbola di Indonesia ini hanya menjadi pengembira saja prestasi juga tidak lebih tingkat Asia Tenggara itupun ngak juara2. Jadi apapun yang dilakukan tetap sepakbola hanya "jago Kandang" saja. Menjadi Profesional pun susahnya minta ampun. Saya sangat setuju dengan komentarnya Kang Acep yang lugas (yang dimuat di Gorontalo Post) untuk saatnya subsidi sepak bola oleh pemda di hentikan, menjadi profesional tentunya. Pemda saja masih minta2 dana ke Pusat masak di embat juga untuk hal2 yang sebenarnya klub2 sepak bola bisa lakukan secara mandiri. Saya sih cuma rada pesimis kalau mau bilang profesional, karena jiwa pemimpin di idonesia koruptif yang suka berjamaah. Ketiga : Saya juga turut prihatin kang jimie atas kejadian yang bertubi-tubi menimpa republik ini, saya kira aneh bin ajaib republik ini yang katanya "Kolam Susu" tongkat kayu pun jadi tanaman, kacang kedelai saja susahnya minta ampun, beras dan lainnya sampai kelapa sawit, Minyak harus menghilang dan antri dimana2. Siapa yang salah, apa ini salah urus. Mudah2an ini bukan karena ajab dari Tuhan atas kelakuan buruk KITA-KITA yang (kembali lagi) suka korupsi berjamaah. Kasus Dana DKP, Kasus BLBI sampai ke Masalah korupsi Mobil Pemadam Kebakaran jelas2 ini ada aliran dana yang mengalir kemana2. Hiiy Wassalam Dedi ti Mamuju NB : Masih adakah mutasi dalam waktu dekat ini..?? (mudah2 ada perhatian untuk teman2 di remote area) --- In [email protected], "jm_hndsm" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selamat sore milisi around the world, > Kang Acep masih suka skoteng ( Stel, Konsen dan panteng) milis ini > walau ( sok ) sibuk. demikian juga pastinya Dedi mamuju, rahman > selayar, nanang marisa ( di transfer ke Palu yah...) Dr santo di > manado, dan cak cak bodas ( pengamat aktif tersembunyi ) keluarga > besar DJPB. > > banyak sekali kejadian yang memprihatinkan kita sebagai bagian dari > bangsa ini, mulai dari bencana yang nggak juga ada habisnya, > minyak tanah yang kata om menteri ESDM tak ada masalah (om ini nggak > nonton tipi apa yah... ) harga harga barang poko naek ( terigu, daging > dan gula ), sakitnya eyang, terakhir soal kacang kadele. > tapi dibalik semua itu selalu saja ada kejadian yang membuat saya > optimis bahwa bangsa ini berjalan ke arah yang lebih baik... > saya lihat betapa sigapnya ibu rina bupati karang anyar mengerahkan > segala daya yang ada untuk menolong korban longsor, saya juga > menyaksikan respon cepat bu mentri mari elka telpon telponan sama bu > ani membicarakan bebas bea masuk impor kacang kedelai... > terakhir saya juga menyaksikan pertandingan cantik dan fair putaran > final copa indonesia, kalo ini bukan ibu ibu tapi Rahmad Darmawan yang > menang. > > > Jamie. >
